Kapal FPSO Pertama di Dunia yang Mampu Tangkap dan Simpan Karbon Dikirim ke Shanghai

Kapal FPSO Pertama di Dunia yang Mampu Tangkap dan Simpan Karbon Dikirim ke Shanghai
Inilah kapal produksi, penyimpanan, dan bongkar muat terapung (floating production, storage, and offloading/ FPSO) pertama di dunia yang dilengkapi fasilitas penangkapan dan penyimpanan karbon, telah dikirim ke Shanghai pada Senin (3/3/2025). (F. Xinhua)

SHANGHAI (Kepri.co.id – Xinhua) – Kapal produksi, penyimpanan, dan bongkar muat terapung (floating production, storage, and offloading/ FPSO) pertama di dunia yang dilengkapi fasilitas penangkapan dan penyimpanan karbon, telah dikirim ke Shanghai pada Senin (3/3/2025), seperti dilansir Xinmin Evening News.

Kapal FPSO AGOGO yang memiliki ukuran panjang 333 Meter dan lebar 60 Meter ini, memiliki kapasitas produksi harian hingga 120.000 barel minyak mentah dan kapasitas penyimpanan minyak sebesar 1,6 juta barel.

Koresponden Kantor Berita Xinhua melaporkan dari Shanghai, China. (XHTV)

Dengan menangkap karbon dioksida yang dihasilkan dalam pelayaran dan kegiatan penambangan minyak, serta menggunakan energi panas buangan untuk menghasilkan listrik, kapal tersebut dapat memenuhi perlindungan lingkungan dan penghematan energi.

Baca Juga: Kapal Pesiar Besar Pertama Buatan China Layani Lebih dari 150.000 Wisatawan

Kapal fasilitas produksi, penyimpanan, dan bongkar muat terapung konvensional menghasilkan sekitar 20 hingga 30 Kilogram (Kg) karbon dioksida per barel minyak.

Kapal FPSO AGOGO diharapkan dapat menurunkan tingkat emisi tersebut menjadi sekitar 230.000 Ton per tahun, yang setara dengan karbon dioksida yang diserap oleh 7.333 Hektare hutan dalam waktu satu tahun.

Baca Juga: Terobosan Baru, Rute Langsung Kapal Kargo Batam – China

Aktivitas penambangan minyak dan gas lepas pantai, diketahui menghasilkan karbon dioksida dalam jumlah besar. Pengiriman kapal FPSO AGOGO ini, menandai langkah signifikan dalam bidang penangkapan karbon lepas pantai di China, yang memberikan kontribusi pada dekarbonisasi industri produksi minyak lepas pantai global. (amr/ xinhua-news.com)