BATAM (Kepri.co.id) – Suara kebersamaan menggema di Astaka Purna MTQ Nasional Dataran Engku Putri Batam Centre, Rabu (3/9/2025). Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Batam bersama pengurus paguyuban lintas suku, agama, ras, dan budaya se-Kota Batam, sepakat mendeklarasikan tekad bersama: ”Batam Wajib Kita Jaga.”
Deklarasi ini lahir sebagai respons atas memanasnya suhu politik di Jakarta dan sejumlah daerah di Tanah Air. Batam, sebagai kota yang tumbuh dari keberagaman dan menjadi simpul investasi serta pariwisata internasional, ditegaskan harus tetap damai, rukun, dan kondusif.
Ada empat poin sikap yang disepakati dalam deklarasi tersebut:
- Menjaga kerukunan dan persatuan di tengah keberagaman suku, agama, ras, golongan, dan budaya.
- Menolak segala bentuk provokasi, ujaran kebencian, serta tindakan yang dapat memecah belah masyarakat.
- Mendukung terciptanya keamanan, kedamaian, dan kesejahteraan bersama di Kota Batam.
- Bersinergi dengan pemerintah, aparat keamanan, dan seluruh masyarakat agar Batam tetap menjadi kota yang aman, kondusif, damai, dan sejahtera.
Koordinator Deklarasi yang juga Bendahara FPK Kota Batam, Mulyadi Nasution AmPel, menegaskan bahwa Batam bukan sekadar kota transit, melainkan rumah bersama yang harus dijaga.
”Batam ini sudah jadi kampung kita sendiri, tempat kita mencari makan dan tempat anak-anak kita bersekolah. Situasi politik yang panas di Jakarta jangan sampai terbawa ke sini. Sebelum bara itu muncul, kita padamkan lebih dulu dengan persatuan,” ujar Mulyadi dengan tegas.
Ia menambahkan, seluruh paguyuban yang tergabung dalam FPK Kota Batam, telah menyatakan satu sikap bulat untuk menolak segala bentuk kerusuhan yang bisa merusak harmoni Batam. ”Alhamdulillah, seluruh pengurus sepakat, satu suara: Batam harus aman dan tetap bersatu,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Harian FPK Kota Batam, Imam Tohari SH MH, menyebut deklarasi ini bukan hanya formalitas, melainkan napas perjuangan bersama.
”Mari kita gelorakan semangat ‘Batam Wajib Kita Jaga’. Kalau bukan kita yang menjaga Batam yang sudah menjadi kampung kita ini, siapa lagi? Batam adalah rumah besar yang harus kita rawat dengan cinta dan kebersamaan,” ujar Imam Tohari yang juga menjabat Kepala Satpol PP Pemko Batam.
Dengan deklarasi ini, Batam mengirim pesan kuat ke seluruh penjuru negeri: persatuan adalah kekuatan, dan kedamaian adalah harga mati.
Sementara itu, Sekretaris FPK Kota Batam, Andi S Mukhtar, mengatakan, pada prinsipnya kita jaga Batam, jaga Kepri karena ini kampung kita.
“FPK dan paguyuban se-Kota Batam, mengimbau masyarakat jangan pernah terprovokasi dengan isu-isu tidak benar kepastiannya. Mari kita satukan energi dan tekad, kita jaga Batam kampung kita,” pungkas Andi S Mukhtar yang juga anggota DPRD Kepri dapil Batam ini. (asa)
BERITA TERKAIT:
FPK Kota Batam Buka Puasa Bersama Anak Yatim, Imam Tohari: Jaga Kebersamaan Membangun Batam
Amsakar Kukuhkan Forum Pembauran Kebangsaan Kecamatan se-Kota Batam, jadi Perajut Merawat Batam







