PLN Batam Perkuat Sistem Kelistrikan di Sulawesi

PLN Batam Perkuat Sistem Kelistrikan di Sulawesi
PT PLN Batam selaku PLN Group, berpartisipasi mendukung relokasi Mobile Power Plant (MPP) di Sulawesi, Senin (2/12/2024). (Sumber: PLN Batam)

BATAM (Kepri.co.id) – PT PLN Batam berhasil menyelesaikan proyek strategis yang berlangsung sejak akhir tahun 2023 hingga 2024, yakni relokasi Mobile Power Plant (MPP) Suppa 2×25 MW, MPP Tello 2×25 MW, dan MPP Punagaya 1×25 MW.

Proyek ini bertujuan, memperkuat sistem kelistrikan di wilayah Sulawesi, mengantisipasi pertumbuhan beban pelanggan yang terus meningkat. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen PLN Group, mendukung stabilitas energi listrik di berbagai daerah strategis di Indonesia.

Baca Juga: PT NTP Benchmarking ke PLTG MPP Air Anyir: Kontribusi PLN Batam Kembangkan Pembangkit Bahan Bakar Berbeda

Direktur Utama PLN Batam, Muhammad Irwansyah Putra, mengungkapkan, relokasi MPP ini tidak hanya memberikan solusi jangka pendek terhadap kebutuhan listrik, tetapi juga menjadi pondasi penguatan sistem kelistrikan jangka panjang.

”Kami memastikan, kebutuhan listrik masyarakat dan dunia usaha di Sulawesi dapat terpenuhi, terutama menghadapi tantangan pertumbuhan beban yang signifikan,” ujarnya.

Baca Juga: Kinerja Unggul, PLN Batam Raih Penghargaan Indonesia SOE Subsidiaries Award 2024

Selain memenuhi kebutuhan harian, penguatan sistem kelistrikan ini juga memiliki peran penting mendukung berbagai event nasional tahun 2024.

Agenda besar seperti pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pilkada serentak, membutuhkan kecukupan pasokan daya listrik yang stabil dan andal. PLN Batam bersama PLN Group, berkomitmen memastikan, kebutuhan energi selama momen-momen krusial ini dapat terpenuhi tanpa gangguan.

PLN Batam Perkuat Sistem Kelistrikan di Sulawesi
Teknisi PLN Group mensetting relokasi Mobile Power Plant (MPP) Sulawesi, Senin (2/12/2024). (Sumber: PLN Batam)

Baca Juga: PLN Batam Raih Penghargaan Bergengsi ”TOP Human Capital Awards 2024”

PLN Batam juga mengambil langkah proaktif, menghadapi tantangan perubahan iklim yang memengaruhi pasokan energi berbasis energi baru dan terbarukan (EBT).

“Lesson learned dari pemenuhan kebutuhan energi listrik, memberikan pelajaran penting bagi kami, merancang strategi yang lebih adaptif dan berkelanjutan,” lanjutnya.

Baca Juga: SP PLN Satu Suara Kompak Tolak Power Wheeling

Keberhasilan relokasi ini tidak lepas dari kolaborasi dan sinergi yang erat antara berbagai entitas dalam PLN Group, termasuk PLN Persero DITMKIT, PLN UIP3S Sulawesi, PLN NPS, dan PLN E.

Kerja sama lintas entitas ini, menjadi salah satu kunci sukses dalam menyelesaikan proyek dengan tingkat kompleksitas tinggi dalam waktu yang relatif singkat.

Baca Juga: PLN-AHP Resmi Operasikan PLTS Ground-mounted 100 MWp di Kawasan Industri KBI Purwakarta, Terbesar di Indonesia

PLN Batam juga menegaskan, sinergi yang telah terbangun ini akan menjadi modal penting menghadapi tantangan kelistrikan di masa depan.

Teknisi PT PLN Batam bergembiras setelah sukses mendukung relokasi Mobile Power Plant (MPP) Sulawesi, Senin (2/12/2024). (Sumber: pln batam)

”Kami akan terus memperkuat koordinasi antar-entitas PLN Group, untuk menjawab kebutuhan energi nasional dengan solusi yang efisien dan inovatif,” ungkapnya.

Baca Juga: PLN Batam Upacara Bendera, Habis Upacara “Merdekakan” Pekerja Bayar Iuran BPJS Ketenagakerjaan

Dengan penyelesaian proyek ini, PLN Batam berharap dapat terus memberikan kontribusi nyata, mendukung pemerataan dan keberlanjutan pasokan listrik di seluruh Indonesia, khususnya di wilayah timur yang memiliki potensi pertumbuhan ekonomi tinggi. (amr)