Bank Sentral Inggris Turunkan Suku Bunga Acuan Jadi 5 Persen, Pemangkasan Pertama Dalam 4 Tahun

Orang-orang berjalan di dekat Bank of England di London, Inggris, pada 24 Januari 2022. (F. Xinhua/Tim Ireland)

LONDON (Kepri.co.id – Xinhua) – Bank sentral Inggris, Bank of England (BoE), menurunkan suku bunga acuannya menjadi 5 persen, demikian menurut BoE dalam sebuah pernyataan pada Kamis (1/8/2024).

Dalam sebuah pertemuan pada Rabu (31/7/2024), Komite Kebijakan Moneter (Monetary Policy Committee/ MPC), BoE memutuskan dengan suara mayoritas 5 berbanding 4 untuk menurunkan suku bunga sebesar 0,25 poin persentase, ke angka 5 persen. Empat anggota memilih mempertahankan suku bunga di level 5,25 persen.

Ini merupakan pemangkasan suku bunga pertama yang dilakukan BoE dalam empat tahun, seiring inflasi harga konsumen di Inggris telah mencapai target BoE sebesar 2 persen pada Mei dan Juni 2024. BoE memperkirakan, inflasi akan naik ke kisaran 2,7 persen pada paruh kedua (H2) tahun ini.

Tanda diskon terlihat di sebuah supermarket di pusat kota Manchester, Inggris, pada 21 September 2023. (F. Xinhua/Jon Super)

“Komite memperkirakan penurunan inflasi indeks harga konsumen (headline inflation), dan normalisasi dalam banyak indikator ekspektasi inflasi, akan terus memengaruhi melemahnya upah dan dinamika penetapan harga,” menurut pernyataan tersebut.

MPC mengatakan, saat ini “memanglah tepat mengurangi sedikit tingkat pembatasan kebijakan”, karena dampak guncangan eksternal sebelumnya telah berkurang dan terdapat beberapa kemajuan dalam mengurangi risiko persistensi inflasi.

Guna melawan inflasi Inggris yang melonjak dalam beberapa tahun terakhir, BoE menaikkan suku bunga 14 kali berturut-turut, dari rekor terendah 0,1 persen pada Desember 2021 ke level tertinggi dalam 16 tahun sebesar 5,25 persen.

Sejak kenaikan tersebut, rumah tangga dan perusahaan di Inggris mengalami tekanan besar akibat kenaikan tajam biaya pinjaman.

“Keputusan BoE ini, untuk memangkas suku bunga memberikan banyak ruang bagi perusahaan-perusahaan kecil bernapas dan dapat memicu peningkatan investasi, karena penurunan biaya pinjaman,” kata David Bharier, kepala penelitian di Kamar Dagang Inggris.

“Pendekatan yang hati-hati dan dikomunikasikan dengan baik dari BoE, akan mendukung kepercayaan perusahaan, yang terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir,” ujar Bharier.

Orang-orang berjalan melewati sebuah toko di Manchester, Inggris, pada 11 Mei 2023. (F. Xinhua/Jon Super)

Namun, BoE pada Kamis (1/8/2024) menekankan, bank sentral tersebut tidak akan memangkas suku bunga terlalu banyak atau terlalu cepat, serta memperingatkan bahwa harga beberapa barang, termasuk jasa, masih meningkat dengan cepat.

“Pada awal tahun ini, permintaan barang dan jasa dalam perekonomian lebih kuat dari yang kami perkirakan,” imbuh pernyataan tersebut.

MPC akan terus memantau data dengan cermat dan memutuskan tingkat pembatasan kebijakan moneter yang tepat pada setiap pertemuan, menurut pernyataan tersebut.

Para ekonom kini mengantisipasi satu atau dua kali pemangkasan suku bunga lagi pada akhir tahun ini. “Kami menduga, data mengenai inflasi jasa dan pertumbuhan upah akan membaik seiring berjalannya waktu, sehingga MPC lebih nyaman melanjutkan setidaknya satu lagi pemangkasan tahun 2024 ini,” ungkap James Smith, ekonom pasar maju dari ING THINK. (amr/ xinhua-news.com)