Pemilihan Mitra Pelabuhan Internasional Batam Center Dilaksanakan Transparan

Pelabuhan Internasional Batam Center. (F. rud/ bp batam)

BATAM (Kepri.co.id) – Badan Pengusahaan (BP) Batam menegaskan, pemilihan mitra kerjasama Terminal Ferry Internasional Batam Center telah dilakukan secara transparan.

Hal itu ditegaskan Kepala Pusat Perencanaan Program Strategis BP Batam, Fesly Abadi Paranoan saat ditemui di kawasan Batam Center, Senin (20/5/2024).

Penumpang Kapal ke Luar Masuk Batam Meningkat

“Sebelumnya, kita telah mengumumkan melalui media nasional dan media lokal. Setelah pengumuman itu, kita memberikan waktu pendaftaran selama satu minggu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pihaknya terpaksa melaksanakan sesi prakualifikasi ulang pemilihan calon mitra Kerja. Sebab, selama proses pendaftaran, terdapat kurang dari tiga peserta yang memasukkan dokumen kualifikasi. Sehingga, sesi prakualifikasi harus dilakukan ulang.

Kunjungan Kapal ke Pelabuhan Batam Meningkat Sembilan Persen

“Jadi, sebenarnya ini justru menjadi kesempatan kepada perusahaan-perusahaan lainnya supaya bisa mengikuti proses tender. Semua dilakukan dengan transparan,” katanya.

Begitu juga dengan pengembalian modal. Pengembalian modal itu tentu sudah dilakukan kajian atau feasibility study. Secara bisnis, dengan investasi mencapai Rp3,4 triliun, tentu sangat memungkinkan pengembalian modal.

Investasi Rp3,4 triliun itu akan meliputi pembangunan gedung baru yang kapasitasnya lebih luas, pengoperasian dan pengembangan Terminal Ferry Internasional Batam Center.

Tidak hanya itu, nilai investasi itu juga akan meliputi area komersial. Dari luas 2,9 hektare existing saat ini, nantinya akan diperluas hingga kurang lebih 24 hektare.

Dalam area pelabuhan tersebut, terdapat area komersil seperti hotel hingga mal. Termasuk kegiatan reklamasi yang akan dilakukan ke depan.

Swasta Kelola Layanan Parkir Pelabuhan Domestik Batam

“Kalau hitungan pengembalian modal Rp500 miliar itu, jika pelabuhannya seperti yang sekarang ini. Tapi, nanti kita akan membuat terminal baru, yang kapasitasnya lebih besar. Yang sekarang sudah over kapasitas, sehingga butuh bangunan yang lebih besar lagi kapasitasnya dan lebih modern,” jelasnya.

Ia menambahkan, dalam kerja sama pembangunan, pengoperasian hingga pengembangan Terminal Ferry Internasional Batam Center ini, sepenuhnya berasal dari pemenang tender. Sehingga, adanya fee 20 persen seperti yang disampaikan, Fesly membantah hal tersebut.

“Saya tegaskan, semestinya tidak ada tuduhan seperti itu. Aneh kalau adanya fee, sementara ini skemanya investasi. Dana pembangunannya berasal dari pemenang tender. Sepenuhnya dari investor dan bukan dari pemerintah,” tutupnya. (rud)