Cen Sui Lan Turun Gunung, Sulap Ruas Jalan Kota Ranai jadi Koridor Bunga Kertas Jelang POPDA dan MTQ

Cen Sui Lan Turun Gunung, Sulap Ruas Jalan Kota Ranai jadi Koridor Bunga Kertas Jelang POPDA dan MTQ
Bupati Natuna, Cen Sui Lan memimpin langsung gotong royong penanaman bunga kertas memperindah pulau jalan di koridor strategis Jalan Batu Sisir–Bukit Arai, Jumat (30/10/2026). (F. Rony Abednego Simamora)

NATUNA, Kepri.co.id – Diambang gerbang perhelatan akbar tingkat provinsi, denyut persiapan di ujung utara Indonesia mulai terasa. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna tidak sekadar bersiap dari sisi fasilitas fisik olahraga dan keagamaan, tetapi juga merancang ulang estetika ruang publiknya.

Menyongsong status sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) dan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Kepulauan Riau pada 2028, wajah Kota Ranai mulai dipermak agar tampil lebih berwibawa dan memikat.

​Langkah konkret itu, diejawantahkan lewat aksi nyata di lapangan. Bupati Natuna, Cen Sui Lan memilih turun tangan langsung, berpeluh bersama jajaran birokratnya, menanam lebih dari 200 batang bunga kertas (bougainvillea) di koridor strategis Jalan Batu Sisir–Bukit Arai, Jumat (30/10/2026).

​Ada pesan gotong royong yang sengaja dirajut dalam aksi ini. Pengadaan ratusan bibit bunga tersebut bukan bersumber dari pos anggaran yang kaku, melainkan hasil iuran moral birokrasi—setiap organisasi perangkat daerah (OPD) menyumbangkan lima batang tanaman.

​Bagi Cen Sui Lan, penanaman ini melampaui urusan estetika jalan raya semata. Ini ikhtiar kultural untuk membangun kebanggaan kolektif warga, atas tanah kelahiran mereka.

​”Kami ingin wajah Kota Ranai tampil lebih tertata, indah, dan asri. Terlebih, Natuna memikul amanah besar sebagai tuan rumah dua agenda akbar tingkat Provinsi Kepulauan Riau pada 2028 nanti,” ujar Cen Sui Lan di sela-sela penanaman.

​Program penataan lansekap ini, dipastikan bukan sekadar proyek seremonial sesaat. Pemkab Natuna merancang gerakan ini sebagai pembuka dari rangkaian penataan berkelanjutan, yang akan menyasar berbagai ruas jalan protokol lainnya di kawasan perkotaan.
​
Lebih jauh, momentum ini diharapkan menjadi pemantik kesadaran publik. Estetika dan kebersihan kota tidak boleh dibebankan sepenuhnya kepada pemerintah, melainkan harus tumbuh menjadi budaya bersama—sebuah warisan karakter yang siap menyambut ribuan tamu dari berbagai penjuru Kepulauan Riau, saat kalender menunjukkan tahun 2028. (abed)

BERITA TERKAIT:

Dispora Natuna dan KONI Bersinergi, Targetkan Prestasi Gemilang di Porprov Kepri 2026

Mencerdaskan Generasi Bangsa dari Perbatasan, Bupati Cen Sui Lan Wujudkan Bus Sekolah Rakyat

Cen Sui Lan Lepas Bantuan Kemanusiaan 5,8 Ton untuk Musibah Banjir Sumatera

Sambut Ramadan dengan Hati Bersih, Raja Mustakim Gerakkan Gotong Royong di Ranai