Air jadi Kendala, Damkar Gunakan Air Laut Padamkan Kebakaran Lahan Pesisir Timur

ANAMBAS (Kepri.co.id) – Petugas pemadam kebakaran menghadapi kendala sumber air, saat menangani kebakaran lahan di Dusun Pesisir Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas, Sabtu (12/9/2026).

Kondisi itu, membuat petugas harus mengambil air laut, untuk melanjutkan proses pemadaman hingga api berhasil dikuasai sekitar pukul 17.05 WIB.

Sekretaris Damkar, Matari Hasibuan, mengatakanĀ  pihaknya menerima informasi kebakaran melalui anggota Polres Anambas pada pukul 13.56 WIB.

Setelah menerima laporan, armada Damkar langsung bergerak menuju lokasi. Petugas tiba sekitar pukul 14.15 WIB.

“Kurang lebih 15 menit kami sampai di lokasi kebakaran,” kata Matari saat dikonfirmasi, Sabtu (12/9/2026).

Sebanyak 15 personel Damkar dikerahkan, dalam penanganan kebakaran tersebut. Selain Damkar, pemadaman juga melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas PU, Desa Tarempa Barat, dan Polsek Siantan.

Selanjutnya, sejumlah unsur kepolisian juga berada di lokasi, membantu penanganan dan pendataan kejadian.

Sumber Air Terbatas, Petugas Gunakan Air Laut

Kendala utama muncul, ketika persediaan air yang dibawa armada mulai menipis. Matari menjelaskan, dua armada Damkar yang lebih dulu tiba membawa sekitar dua Ton air. Persediaan tersebut, hanya cukup untuk melakukan operasi selama sekitar 10 menit.

“Memang kendala kami tadi masalah air. Dua mobil kami yang pertama membawa dua Ton dan hanya bisa operasi sekitar 10 menit,” ujar Matari.

Karena sumber air di sekitar lokasi tidak tersedia, petugas harus mencari alternatif, agar pemadaman dapat terus dilakukan.

Dalam kondisi tersebut, Damkar bersama Dinas PU mengambil air laut, untuk memenuhi kebutuhan pemadaman.

Menurut Matari, penggunaan mobil tangki milik Dinas PU, memang menjadi bagian dari dukungan antarlembaga ketika terjadi kebakaran. Armada tersebut, dapat membantu memasok air ke lokasi, saat persediaan air Damkar tidak mencukupi.

Upaya itu, membuat proses pemadaman dapat dilanjutkan sampai api benar-benar dikuasai. Setelah memastikan kondisi aman, personel mulai membereskan peralatan sekitar pukul 17.15 WIB hingga 17.20 WIB.

“Jam 17.05 WIB sudah bisa dikuasai,” kata Matari.

Damkar Dorong Pencegahan saat Musim Kemarau

Pengalaman tersebut, menjadi perhatian Damkar, karena ketersediaan sumber air dapat menjadi kendala saat terjadi kebakaran lahan.

Kondisi cuaca yang panas dan kering, membuat api berpotensi lebih cepat menyebar. Selain itu, angin yang cukup kuat dapat memperbesar risiko kebakaran.

Karena itu, Matari meminta masyarakat, lebih berhati-hati saat melakukan aktivitas di lahan perkebunan. Masyarakat diminta menahan diri, dari aktivitas pembakaran untuk membuka lahan baru selama kondisi kemarau.

“Angin juga cukup kuat, sehingga potensi kebakaran lahan cukup tinggi,” ujarnya.

Di sisi lain, Matari menyebut, dukungan armada dari instansi terkait menjadi salah satu upaya penting menghadapi kondisi tersebut.

Damkar dapat berkoordinasi dengan BPBD, Dinas PU, dan pemerintah desa yang memiliki armada tangki, membantu memenuhi kebutuhan air saat terjadi kebakaran.

Penanganan kebakaran di Pesisir TimurĀ  menunjukkan pentingnya koordinasi antarlembaga. Selain Damkar, BPBD, PU, Desa Tarempa Barat, dan kepolisian turut membantu proses pemadaman. Desa Tarempa Barat disebut, membantu memasok air ke lokasi.

Matari menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, yang ikut membantu penanganan kebakaran tersebut.

Ia secara khusus mengucapkan terima kasih kepada kepolisian, BPBD, Dinas PU, serta Desa Tarempa Barat, yang membantu menyediakan air selama proses pemadaman.

Dengan kondisi kemarau yang masih berlangsung, Damkar kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.

Pencegahan dinilai menjadi langkah awal untuk mengurangi risiko kebakaran, terutama di kawasan perkebunan dengan material yang mudah terbakar. (LS)