Kuwait Laporkan Serangan terhadap Pos Perbatasan dan Anjungan Minyak Lepas Pantai

Asap mengepul usai serangan di sebuah depot bahan bakar di Bandar Udara Internasional Kuwait di Kegubernuran Farwaniya, Kuwait, pada 25 Maret 2026. (F. Xinhua)

KUWAIT CITY (Kepri.co.id – Xinhua)Kuwait pada Minggu (12/7/2026) menyampaikan, tiga pos perbatasan darat di sebelah utara negara itu diserang hingga menimbulkan kerusakan material. Sebuah serangan drone yang bersifat ofensif terpisah juga menghantam anjungan minyak lepas pantai, dan melukai seorang pekerja, serta menyebabkan kerusakan material.

Staf Umum Angkatan Bersenjata Kuwait mengatakan di platform media sosial X, anjungan yang menjadi sasaran tersebut dioperasikan oleh Kuwait Oil Company di perairan teritorial Kuwait.

Staf Umum Angkatan Bersenjata Kuwait tidak mengidentifikasi siapa yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Insiden itu terjadi, bertepatan dengan putaran ketiga serangan Amerika Serikat (AS) terhadap target-target di Iran. Sementara media Iran melaporkan, serangan balasan negara itu terhadap fasilitas-fasilitas militer AS di Kuwait, Bahrain, dan Qatar.

Pada Minggu yang sama, Otoritas Selat Teluk Persia (Persian Gulf Strait Authority) Iran mengumumkan, pelayaran melintasi Selat Hormuz saat ini tidak dapat dilakukan, mengutip “pergerakan ilegal” armada AS baru-baru ini di kawasan tersebut.

Perkembangan terbaru itu muncul, meski adanya pemberlakuan nota kesepahaman perdamaian yang diteken oleh AS dan Iran pada pertengahan Juni 2026 lalu. (hen/ xinhua-news.com)

BERITA TERKAIT:

AS Lancarkan Gelombang Ketiga Serangan terhadap Iran, setelah Sebuah Kapal Diserang di Selat Hormuz

IRGC Klaim Serang Pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain, Peringatkan Soal Serangan yang Lebih Luas

Upacara Penghormatan Dua Hari bagi Mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Dimulai di Teheran