BATAM (Kepri.co.id) – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memperkuat sinergi dengan berbagai asosiasi dan pelaku industri pariwisata, merumuskan langkah-langkah strategis meningkatkan daya saing pariwisata daerah. Komitmen tersebut mengemuka dalam forum diskusi yang digelar di Batam, Rabu (8/7/2026).
Pertemuan dipimpin Wakil Ketua Kadin Kepri Bidang Pariwisata, Edi R Surbakti, dan dihadiri perwakilan Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Kepri, Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Kepri, Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI) Kepri, Insan Pariwisata Indonesia (IPI) Kepri, Asosiasi Tour & Travel Indonesia (Astindo) Kepri, PUTRI Kepri, serta sejumlah tokoh dan pelaku usaha pariwisata.
Sebagai wadah dunia usaha, Kadin Kepri menilai kolaborasi antara pemerintah, asosiasi, dan pelaku industri menjadi faktor penting, dalam menghadapi berbagai tantangan sekaligus memanfaatkan peluang besar yang dimiliki Kepri, sebagai salah satu pintu gerbang utama wisata Indonesia.
Dalam forum tersebut, para peserta menyepakati sejumlah rekomendasi yang dinilai mampu memperkuat ekosistem pariwisata Kepri.
Salah satu isu yang mendapat perhatian adalah semakin banyaknya agen perjalanan wisata yang beroperasi secara freelance. Kondisi tersebut, dinilai memerlukan penataan agar tercipta iklim usaha yang sehat, memberikan kepastian bagi pelaku usaha resmi, sekaligus meningkatkan perlindungan terhadap wisatawan.
Selain itu, peserta juga mendorong peningkatan fasilitas drop-off dan pick-up di bandara, pelabuhan internasional, maupun pelabuhan domestik, agar lebih mendukung kelancaran mobilitas wisatawan dan operasional industri pariwisata.
Forum juga mengusulkan evaluasi terhadap tarif tiket kapal feri internasional yang dinilai masih relatif tinggi, sehingga dapat memengaruhi daya tarik kunjungan wisatawan mancanegara ke Kepri.
Rekomendasi lainnya pemberian kemudahan layanan Visa on Arrival (VOA) di seluruh pintu masuk internasional di Kepri. Kebijakan tersebut, diharapkan mampu mempercepat proses kedatangan wisatawan asing, sekaligus meningkatkan daya saing destinasi dibandingkan negara tetangga.
Tidak hanya itu, para pelaku industri juga menginisiasi pembentukan Badan Pariwisata di setiap kabupaten dan kota di Kepri, sebagai wadah kolaborasi lintas pemangku kepentingan dalam merancang dan menjalankan program pengembangan pariwisata secara berkelanjutan.
“Kadin Kepri bersama seluruh asosiasi yang hadir, berkomitmen terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, untuk menghadirkan kebijakan yang berpihak pada kemajuan industri pariwisata,” ujar Edi R Surbakti.
Menurutnya, Kepri memiliki modal besar menjadi destinasi unggulan di tingkat nasional maupun regional. Letaknya yang berbatasan langsung dengan negara tetangga serta didukung potensi wisata bahari, alam, budaya, dan berbagai even internasional menjadi keunggulan yang perlu dioptimalkan.
Karena itu, diperlukan langkah-langkah konkret melalui penciptaan iklim usaha yang kondusif, peningkatan kualitas pelayanan, serta kemudahan akses bagi wisatawan, agar sektor pariwisata Kepri semakin kompetitif.
“Pertemuan ini, menjadi awal dari komitmen bersama membangun ekosistem pariwisata Kepri yang lebih profesional, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tutup Edi R Surbakti. (asa)
BERITA TERKAIT:
BTP Satukan Akademisi dan Industri, Bangun Masa Depan Pariwisata Kawasan Selat Malaka
Tiket Murah Gak Pake Ribet! Travel Hawaii Wisata Bikin Liburanmu Jadi Nyata Cuma Modal HP!
Kolaborasi ASPPI dan RS Awal Bros Batam Buka Peluang Baru Wisata Sehat, Cantik, dan Berdaya Saing
Kepala BP Apresiasi Peran Driver Online Jaga Nama Baik Pariwisata Batam







