Singapura Tarik Produk Kismis usai Ditemukan Alergen yang Tidak Dicantumkan

Singapura Tarik Produk Kismis usai Ditemukan Alergen yang Tidak Dicantumkan
Kerumunan terlihat saat jam makan siang di Raffles Place, Singapura, pada 3 Februari 2016. (F. Xinhua/Then Chih Wey)

SINGAPURA (Kepri.co.id –  Xinhua) – Badan Pangan Singapura (Singapore Food Agency/ SFA) memerintahkan penarikan kismis Ohm Brand usai ditemukan kandungan alergen sulfur dioksida, tetapi tidak dicantumkan pada kemasan.

Badan tersebut menginstruksikan pihak pengimpor untuk menarik produk terdampak, dan penarikan itu masih berlangsung saat ini, menurut sebuah pernyataan yang dirilis pada Kamis (6/11/2025).

Kadar sulfur dioksida yang berlebihan dalam makanan dapat memicu reaksi alergi pada individu yang sensitif, dengan gejalanya mencakup ruam kulit, gatal-gatal, sakit perut, diare, dan muntah.

Menurut Regulasi Pangan Singapura, bahan-bahan yang diketahui dapat menyebabkan hipersensitivitas wajib dicantumkan dengan jelas pada label kemasan makanan.

SFA mengimbau kepada para konsumen yang telah membeli kismis tersebut dan memiliki alergi atau intoleran terhadap sulfit (sulphites) untuk tidak mengonsumsinya. (hen/ xinhua-news.com)

BERITA TERKAIT:

Batam – Singapura Bahas Kelanjutan Kerja Sama Kawasan Industri Berkelanjutan

Pemerintah Singapura Dukung Inovasi Kerja Sama Batam dan Singapura

Lapangan jadi Saksi, Batam dan Singapura Pererat Hubungan Lewat Bola Voli

Sambangi Kepala BP Batam, Menteri Singapura Puji Perkembangan Ekonomi Batam

Wakil PM Singapura Sebut Asia Harus Tawarkan Stabilitas, Keterbukaan, dan Inklusivitas

Singapura Tanggung 20 Persen Lebih Biaya Tarif AS

Singapura Tarik Produk Salad Campur Australia dengan Kandungan Bacillus Cereus Berlebih

Singapura Luncurkan Standar Baru untuk Pangkas Konsumsi Energi TI Pusat Data Sebesar 30 Persen