Potensi Perikanan Natuna Rp13 Triliun, Sekdaprov: PNBP ke Natuna Rp5 Miliar Terlalu Sedikit

Potensi Perikanan Natuna Rp13 Triliun, Sekdaprov: PNBP ke Natuna Rp5 Miliar Terlalu Sedikit
Plh Sekdaprov Kepri, Drs Adi Prihantara MM diwawancarai wartawan terkait Kepri Economic Forum Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Kepri di Grand Mercure Batam Center, Selasa (4/11/2025) siang. (F. Bank Indonesia Kepri)

BATAM (Kepri.co.id) – Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kepri, Drs Adi Prihantara MM membenarkan potensi perikanan Natuna mencapai Rp13 triliun. Sementara pendapatan negara bukan pajak (PNBP) perikanan yang masuk menjadi pendapatan asli daerah (PAD) Natuna, sekitar Rp5 miliar.

“Sangat kecil sekali, nol koma sekian persen saja. Tapi, bagaimana lagi, itu yang ngatur pusat. Pengembaliannya dalam bentuk dana bagi hasil (DBH) ke Natuna, berupa transfer ke daerah (TKD) Natuna juga cukup besar,” ujar Sekdaprov, Selasa (4/11/2025).

Hal tersebut disampaikan Sekdaprov usai membuka Kepri Economic Forum Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Kepulauan Riau (Kepri), dengan mengusung tema Unlocking Kepri’s Inclusive Growth Potential Through The Blue Economy di Grand Mercure Batam Center, Selasa (4/11/2025) siang.

Potensi perikanan, kata Sekdaprov, akan menjadi ekonomi biru untuk terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kepri.

“Itu sebabnya, pemerintah pusat akan menjadikan Natuna sebagai pusat perikanan nasional bahkan dunia. Sebab, potensinya sangat besar sekali,” ungkap Sekdaprov.

Menjawab pertanyaan Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Kepri berada di Tanjungpinang, sedangkan potensi perikanan terbesar mencapai Rp13 triliun ada di Natuna, kata Sekdaprov, bisa jadi nanti pusat memindahkan Kantor KKP Tanjungpinang ke Natuna.

“Karena pusat sudah menjadikan Natuna sebagai pusat perikanan nasional bahkan dunia, kemungkinan bisa jadi Kantor KKP yang di Tanjungpinang, pindah ke Natuna. Kita lihat saja nanti,” pungkas Sekdaprov. (asa)