TANJUNGPINANG (Kepri.co.id) – Wujud nyata kepedulian sosial dan religius kembali ditunjukkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tanjungpinang melalui dukungan penuhnya terhadap program khitanan massal gratis yang digelar Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkesdalduk KB) Kota Tanjungpinang.
Kegiatan yang menjadi agenda rutin tahunan ini. dilaksanakan menjelang akhir tahun ajaran sekolah dan kali ini terasa lebih istimewa, karena bertepatan dengan akhir bulan Dzulhijjah 1446 H dan menyambut datangnya 1 Muharram 1447 H. Nuansa religius pun kian terasa dalam pelaksanaannya.
Baznas Tanjungpinang tidak hanya hadir sebagai pendukung, tetapi juga sebagai mitra utama yang memastikan pelaksanaan khitan berjalan lancar. Dukungan logistik dan kesejahteraan peserta menjadi prioritas Baznas, agar anak-anak yang mengikuti kegiatan ini merasa aman dan nyaman.
Sebanyak 254 anak dari berbagai penjuru Kota Tanjungpinang ikut serta dalam kegiatan ini, yang digelar serentak di empat puskesmas. Selain Baznas, keterlibatan juga datang dari Pemko Tanjungpinang, Dinas Kesehatan, para sponsor, hingga masyarakat yang menyambut program ini dengan antusias.
”Ini bentuk konkret pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah yang kami kelola. Kami ingin manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, terutama dalam kegiatan sosial keagamaan seperti ini,” ungkap Ketua Baznas Kota Tanjungpinang, Dr Akhmad Khusairi, saat meninjau langsung pelaksanaan di Puskesmas Batu 10, Minggu (22/6/2025).
Antusiasme warga pun membludak. Para orang tua mengaku sangat terbantu secara ekonomi dan merasa terharu atas perhatian yang diberikan. Mereka menilai, kegiatan ini tidak hanya meringankan beban finansial, tetapi juga menguatkan nilai-nilai kebersamaan dan keislaman di tengah masyarakat.
Diharapkan, sinergi antara Baznas, Pemko Tanjungpinang, dan masyarakat ini terus tumbuh dan menjadi inspirasi dalam membangun kota yang lebih religius, peduli, dan sejahtera. (ogw)
BERITA TERKAIT:
DPD Perkit Tanjungpinang Perkuat Harmoni dan Sinergi Lintas Budaya Indonesia Timur







