Toyota Perkirakan Penurunan Laba Bersih 34,9 Persen pada Tahun Fiskal 2025

Toyota Perkirakan Penurunan Laba Bersih 34,9 Persen pada Tahun Fiskal 2025
Orang-orang mengunjungi area ekshibisi Toyota Motor Corporation dalam ajang New York International Auto Show 2025 di Javits Center di New York, Amerika Serikat, pada 16 April 2025. (F. Xinhua/Liu Yanan)

TOKYO (Kepri.co.id – Xinhua) – Perusahaan Jepang Toyota Motor Corp pada Kamis (8/5) mengatakan, pihaknya memperkirakan penurunan laba bersih untuk tahun fiskal 2025 sebesar 34,9 persen secara tahunan (year on year/ yoy) ke angka 3,1 triliun Yen (1 Yen = Rp114) akibat kenaikan tarif AS dan menguatnya nilai Yen

Laba operasionalnya diproyeksikan mencapai 3,8 triliun Yen untuk tahun bisnis ini hingga Maret mendatang, turun 20,8 persen dari tahun fiskal 2024. Sedangkan penjualan, tercatat diperkirakan sebesar 48,5 triliun Yen atau naik 1,0 persen, kata Toyota.

Untuk tahun bisnis yang berakhir pada Maret 2025 ini, produsen mobil Jepang tersebut membukukan laba bersih sebesar 4,77 triliun Yen atau turun 3,6 persen dari tahun bisnis sebelumnya, dengan penjualan tercatat mencapai 48,04 triliun Yen atau naik 6,5 persen.

“Perkiraan dampak tarif AS pada April dan Mei 2025, telah diperhitungkan secara tentatif,” ujar produsen mobil terlaris di dunia itu dalam sebuah pernyataan, seraya menyebutkan, laba operasionalnya akan berkurang 180 miliar Yen selama dua bulan hingga Mei 2025 ini.

“Masih sangat sulit, memperkirakan prospeknya karena rincian tarif masih belum pasti,” papar Presiden sekaligus CEO Toyota, Koji Sato dalam sebuah konferensi pers.

Toyota mengekspor sekitar 500.000 unit kendaraan ke Amerika Serikat (AS) setiap tahun dari Jepang, ungkap Sato, yang mengindikasikan, mobil-mobil yang awalnya ditujukan ke AS mungkin akan dikirim ke negara lain.

“Dalam jangka pendek, kami sedang menyesuaikan pengiriman. Sementara dalam jangka menengah hingga panjang, kami akan mengupayakan pengembangan produk-produk lokal yang sesuai kebutuhan pelanggan lokal,” tambah Sato.

Sementara itu, apresiasi nilai yen terhadap Dolar AS menjadi faktor lain yang membebani perkiraan tersebut. Untuk tahun fiskal 2025, apresiasi nilai Yen diperkirakan akan memangkas laba operasional Toyota sebesar 745 miliar Yen. (hen/ xinhua-news.com)

BERITA TERKAIT:

Laba Toyota Anjlok Akibat Skandal Sertifikasi

Batam Sumbang Peningkatan Sales Toyota di 2024, TAM Audiensi ke BP Batam

Toyota Bukukan Rekor Laba Bersih Tahun Fiskal 2023 Sekitar 31,82 Miliar Dolar AS