YERUSALEM (Kepri.co.id – Xinhua) – Angkatan udara (AU) Israel dan Amerika Serikat (AS), telah melakukan latihan militer gabungan yang melibatkan sebuah pesawat pengebom strategis, ungkap Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/ IDF) pada Kamis (6/3/2025).
Selama latihan tersebut, jet tempur Israel F-35i dan F-15i terbang bersama dengan pesawat pengebom strategis jarak jauh B-52 milik AS, kata IDF dalam sebuah pernyataan.
Baca Juga: Hamas: Ancaman Trump Perumit Kesepakatan Gencatan Senjata Gaza
Latihan gabungan itu, berfokus pada koordinasi operasional antara kedua militer untuk “meningkatkan kemampuan mereka dalam mengatasi berbagai ancaman regional,” sebut IDF.
Latihan tersebut juga bertujuan, “memperkuat dan mempertahankan kerja sama jangka panjang di antara kedua pasukan, sekaligus memperluas konektivitas dan membangun kemampuan terintegrasi untuk berbagai skenario,” kata IDF, menyoroti “aliansi strategis dan hubungan erat di antara kedua militer yang terus berkembang dan menguat seiring berjalannya waktu.”
Baca Juga: Usulan Trump “Ambil Alih Kepemilikan Gaza&”, Picu Perlawanan dan Kecaman Warga Palestina
Latihan itu dilakukan pada saat yang sensitif di Timur Tengah, karena gencatan senjata antara Israel dan Hamas masih belum tercapai sepenuhnya, dan Israel mengancam akan menargetkan fasilitas nuklir Iran dengan dukungan potensial dari AS.
Pada Februari 2025 lalu, Presiden AS, Donald Trump mengatakan kepada sebuah media AS, dia lebih memilih membuat kesepakatan dengan Iran “terkait isu non-nuklir,” tetapi jika tidak berhasil, Trump akan “membombardir habis-habisan” negara tersebut.
Baca Juga: Trump Ingin AS Ambil Alih Kepemilikan Jalur Gaza
Trump mengeluarkan apa yang disebutnya sebagai “peringatan terakhir” untuk Hamas di platform media sosial miliknya, Truth Social, pada Rabu (5/3/2025).
Dia menyebutkan, “Bebaskan semua sandera sekarang, bukan nanti, dan segera kembalikan semua jasad orang-orang yang kalian bunuh, atau semuanya BERAKHIR bagi kalian.”
Baca Juga: Negara-negara Arab Tolak Upaya Relokasi Warga Palestina dari Gaza dan Tepi Barat
“Saya mengirimkan segala yang dibutuhkan Israel untuk menyelesaikan tugas ini, tidak ada satu pun anggota Hamas yang akan selamat, jika kalian tidak melakukan apa yang saya katakan,” paparnya dalam unggahan tersebut, setelah Gedung Putih mengonfirmasi pemerintah AS menggelar pembicaraan langsung dengan Hamas, yang bertujuan membebaskan para sandera yang ditahan di Gaza. (amr/ xinhua-news.com)







