BATAM (Kepri.co.id) – Peran Batam sebagai lokomotif perekonomian Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) masih cukup dominan.
Sepanjang tahun 2024, kemajuan Batam sebagai salah satu destinasi investasi unggulan, mampu menggenjot nilai investasi yang memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Baca Juga: Sambut Tahun 2025, BP Batam Siap Benahi Infrastruktur Pendukung Investasi
Capaian positif ini tentu tak dapat dilepaskan dari peran strategis Badan Pengusahaan (BP) Batam, yang berkaitan erat dengan ekosistem investasi di Batam.
Beragam program BP Batam yang memprioritaskan pengembangan kawasan strategis dan pembangunan infrastruktur dasar, menjadi dua faktor penting dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.
Hal ini terbukti dengan kembali meningkatnya nilai investasi asing dan dalam negeri, pada triwulan III tahun 2024.
Baca Juga: Menko Perekonomian Puji BP Batam Meningkatkan Investasi
Berdasarkan catatan BP Batam, nilai realisasi investasi tumbuh positif dengan capaian Rp6,931 triliun dengan rincian penanaman modal asing (PMA) pada triwulan III tahun 2024 mencapai Rp4,510 triliun. Sedangkan nilai realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp2,421 triliun.
Jumlah ini mengalami kenaikan signifikan dari total realisasi triwulan III tahun 2023 lalu, hanya mencapai Rp4,869 triliun.
Baca Juga: BP Promosikan Batam Ramah Investasi, Dukung Ekosistim Digital Indonesia
“Kami bersyukur investasi masih bisa tumbuh positif berkat dukungan dari seluruh komponen daerah dan masyarakat Batam. Capaian ini mesti kita pertahankan, agar ekonomi Batam terus maju,” ujar Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, Senin (30/12/2024).
Rudi mengatakan, investasi memiliki peran vital meningkatkan pertumbuhan ekonomi Batam yang sejak tiga tahun terakhir, berhasil meningkat drastis.
Oleh sebab itu, lanjut Rudi, BP Batam akan terus berupaya membenahi seluruh infrastruktur pendukung investasi.
Baca Juga: Investasi Tumbuh 18 Persen, Ekonomi Batam Bangkit
“Proyek strategis pengembangan Batam akan terus dilakukan, agar kota tercinta ini bisa tumbuh menjadi pusat industri dan perdagangan yang penting di Indonesia,” pungkasnya. (hen)







