Berpidato di Majelis Umum PBB, Presiden Palestina Desak Dihentikan Pendudukan Israel dan “Genosida”

Presiden Palestina, Mahmoud Abbas berpidato di hadapan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau United Nations General Assembly (UNGA), Kamis (26/9/2024). (F. xinhua)

PBB (Kepri.co.id – Xinhua) – Tepuk tangan meriah menggema ketika Presiden Palestina, Mahmoud Abbas berpidato di hadapan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau United Nations General Assembly (UNGA), Kamis (26/9/2024).

Mewakili rakyat Palestina, dia menegaskan “kami tidak akan pergi, Palestina adalah tanah air kami,” dan “jika ada yang harus pergi, maka itu adalah penjajah,” ujar Presiden Palestina, Mahmoud Abbas.

Koresponden Kantor Berita Xinhua melaporkan dari Markas Besar PBB. (XHTV)

“Kami tidak akan pergi. Kami tidak akan pergi. Kami tidak akan pergi. Palestina adalah tanah air kami. Ini adalah tanah leluhur kami, tanah para kakek nenek moyang kami. Ini akan tetap menjadi milik kami. Dan jika ada yang harus pergi, maka itu adalah penjajah.”

Dia melanjutkan dengan menuduh Israel telah melakukan “perang genosida berskala besar,” dan menentang klaim Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu yang menyebutkan, Israel tidak pernah membunuh warga sipil di Gaza. “Saya bertanya kepada Anda, siapa yang telah membunuh lebih dari 15.000 anak-anak?” ujarnya.

Baca Juga: PM Palestina Kutuk Perang Genosida Israel di Gaza Pada Pertemuan PBB

Dalam pidatonya, Abbas menyerukan, agar masyarakat internasional menjatuhkan sanksi kepada Israel dan mengeluarkannya dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyusul “genosida di Gaza.”

“Masyarakat internasional harus segera menjatuhkan sanksi kepada Israel. Israel, yang menolak untuk melaksanakan resolusi-resolusi PBB, tidak pantas menjadi anggota organisasi internasional ini. Saya tidak mengerti bagaimana Amerika Serikat (AS) dapat bersikeras menentang rakyat kami, bersikeras merampas hak-hak kami yang sah atas kebebasan dan kemerdekaan,” ujar Presiden Palestina, Mahmoud Abbas.

Baca Juga: Para Menlu Negara-negara Arab Desak Penarikan Penuh Israel dari Gaza

Abbas juga menyinggung soal situasi permukiman Israel di Tepi Barat, dengan menyebutkan, 600.000 pemukim Israel saat ini tinggal di Tepi Barat.

“Kami ingin agar keputusan ICJ (Mahkamah Internasional) terhadap Israel dapat diimplementasikan,” ujarnya.

Baca Juga: Kepala Staf Angkatan Bersenjata Mesir Tinjau Perbatasan dengan Gaza di Tengah Mandeknya Perundingan Gencatan Senjata

Sementara itu, Netanyahu menginstruksikan militernya untuk terus bertempur “dengan kekuatan penuh” pada Kamis (26/9/2024), ketika upaya diplomasi internasional yang penuh pertaruhan sedang berlangsung untuk menghentikan konflik antara Hizbullah dan Israel.

Netanyahu dikabarkan sedang menuju ke New York untuk menghadiri Majelis Umum PBB, bahkan ketika para anggota pemerintahannya menolak proposal gencatan senjata yang diajukan oleh AS, sekutu-sekutu Eropa, dan beberapa negara Arab.

Baca Juga: Warga Gaza yang Kelaparan Antre Panjang Dapatkan Bantuan Makanan yang Terbatas

Militer Israel telah melancarkan rentetan serangan baru ke Lebanon, termasuk satu serangan ke ibu kota Beirut, yang menargetkan komandan unit drone Hizbullah.

Pada 10 Mei 2024, Majelis Umum PBB mengadopsi sebuah resolusi yang mendukung upaya Palestina menjadi anggota penuh PBB dan merekomendasikan agar Dewan Keamanan “mempertimbangkan kembali masalah tersebut dengan baik.”

Baca Juga: PM Israel Nyatakan akan Tingkatkan Operasi Melawan Hizbullah

Resolusi tersebut diadopsi dengan 143 suara mendukung dan sembilan suara menolak, termasuk dari pihak AS dan Israel, sementara 25 negara memilih abstain. China memberikan suara dukungan untuk resolusi tersebut. (amr/ xinhua-news.com)