KAIRO (Kepri.co.id – Xinhua) – Kepala Staf Angkatan Bersenjata Mesir, Ahmed Khalifa meninjau langkah-langkah keamanan di perbatasan dengan Jalur Gaza pada Kamis (5/9/2024), menurut sebuah pernyataan dari militer Mesir.
Khalifa menekankan, misi utama angkatan bersenjata Mesir untuk menjaga perbatasan-perbatasan negara itu di segala arah strategis, menambahkan “angkatan bersenjata (Mesir) mampu mempertahankan perbatasan tanah air, dari generasi ke generasi.”
Koresponden Kantor Berita Xinhua melaporkan dari Kairo. (XHTV)
Dia juga mendengarkan laporan terperinci tentang koordinasi antara berbagai unit, guna memastikan kendali penuh atas perbatasan internasional tersebut setiap saat, tambah pernyataan itu.
Khalifa menginstruksikan pasukannya, tetap waspada dan bersiap menghadapi keadaan darurat.
Kunjungan tersebut dilakukan sehari setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu kembali menegaskan, senjata-senjata diselundupkan ke Hamas melalui Koridor Philadelphia di sepanjang perbatasan Mesir-Gaza.
Netanyahu bersikeras, kehadiran militer Israel di sepanjang koridor tersebut, sebuah zona penyangga sepanjang 14 Kilometer (Km) di sepanjang perbatasan Mesir-Gaza, serta mengeklaim, koridor itu merupakan “urat nadi kehidupan” bagi Hamas mempersenjatai diri.
Mesir, Qatar, dan Amerika Serikat telah memimpin sejumlah upaya mediasi antara Israel dan Hamas, untuk mengakhiri konflik yang sedang berlangsung di Jalur Gaza, yang telah menyebabkan tewasnya lebih dari 40.800 warga Palestina dan 1.200 warga Israel sejak 7 Oktober 2023.
Demikian menurut penghitungan resmi kedua belah pihak. Namun, putaran pembicaraan gencatan senjata sebelumnya telah gagal mencapai terobosan. (amr/ xinhua-news.com)







