BATAM ( Kepri.co.id) – Pemandangan berbeda dirasakan para pengguna jalan saat memasuki jalur pendestrian Batam Center, pada akhir Agustus 2024 ini.
Pasalnya, penanaman pohon bunga tabebuya yang diinisiasi Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi akhir tahun 2022 lalu itu, mulai bermekaran.
Baca Juga: Jadikan Batam Kota Indah dan Nyaman Dikunjungi
Keindahan bunga tabebuya berwarna putih dan merah muda (pink), berasal dari Amerika Latin tersebut, mengingatkan suasana musim semi di Jepang.
Sekilas, bunga yang memiliki nama latin Handroanthus Chrysotrichus ini, memang mirip bunga sakura.
Kehadiran bunga tabebuya di sepanjang jalan tersebut, diperuntukkan menambah estetika kota dan penghijauan kawasan Batam Centre, yang merupakan etalase kota Batam sebagai pusat pemerintah, jasa, dan pemukiman.

Rudi mengatakan, penanaman pohon bunga tabebuya di sepanjang jalur pedestrian tersebut, merupakan langkahnya menata kota dan peningkatan fasilitas bagi masyarakat Kota Batam, maupun wisatawan yang berkunjung ke Kota Batam.
Pohon bunga tabebuya sendiri dipilih, karena mempunyai ketahanan hidup yang sangat tinggi dan mampu beradaptasi dalam rentang kondisi cukup luas.
Baca Juga: Rudi Rangkul Generasi Muda Minta Ide Kreatif Bangun Batam
“Pohon tabebuya mampu membersihkan udara dari polutan berbahaya. Karena itu, penanaman pohon ini diharapkan memberikan manfaat bagi Kota Batam,” ujar Rudi.
Oleh karenanya, Rudi berpesan, agar masyarakat menjaga serta merawat fasilitas yang sudah dibangun, agar dapat digunakan dalam jangka waktu lama.
“Fasilitas yang sudah dibangun ini wajib kita jaga dan rawat bersama, agar dapat terus digunakan hingga generasi penerus kita nanti,” harapnya.
Mekarnya bunga tabebuya di sepanjang pendestrian Batam Centre tersebut, menjadi daya tarik tersendiri bagi orang yang melewati jalan-jalan yang dihiasi bunga tersebut, bahkan dijadikan tempat berswafoto.
Baca Juga: Pikat Wisatawan dengan Kenyamanan, BP Batam Tanam Ribuan Pohon Jati Emas
Abdul Muthallib, misalnya, mengaku senang mekarnya bunga tabebuya, memperindah sepanjang jalan protokol yang ditanami pohon tersebut.
“Dengan warna putih dan merah muda, serasa berada di Jepang. Seperti melihat bunga Sakura,” ujar warga Bengkong ini antusias. (hen)







