MOSKOW (Kepri.co.id – Xinhua) – Wahana antariksa kargo Rusia, Progress MS-26, yang melakukan undocking dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), mengalami deorbitasi atau ke luar dari orbitnya dan tenggelam di Samudra Pasifik. Demikian diungkapkan perusahaan antariksa milik negara Rusia, Roscosmos, Selasa (13/8/2024).
“Hari ini, pesawat kargo Progress MS-26, yang menghabiskan waktu selama enam bulan sebagai bagian dari ISS, mengalami deorbitasi, memasuki lapisan atmosfer yang padat, dan jatuh,” kata Roscosmos.
Baca Juga: Sampel Yang Dikumpulkan Wahana Antariksa China Chang’e-6 dari Bulan Diserahkan ke CAS
Wahana antariksa tersebut berpisah dari Modul Layanan Zvezda pada Selasa (13/8/2024) pukul 05.00 Waktu Moskow (atau 09.00 WIB).
Pada pukul 08.09 (atau pukul 12.09 WIB), sistem pendorongnya diaktifkan untuk memulai deorbitasi, dan terbakar selama lebih dari tiga menit. Setengah jam kemudian, wahana antariksa itu memasuki atmosfer Bumi.
Koresponden Kantor Berita Xinhua melaporkan dari Moskow. (XHTV)
Sebelumnya pada Selasa (13/8/2024) yang sama, Roscosmos memperkirakan sisa elemen yang tidak mudah terbakar (non-combustible) dari wahana antariksa itu, akan jatuh pada pukul 08.49 waktu Moskow (atau 12.49 WIB) di area non-navigasi di Samudera Pasifik.
Progress MS-26 diluncurkan menggunakan roket Soyuz-2.1a dari Kosmodrom Baikonur pada 15 Februari 2024. Roket tersebut melakukan penambatan (docking) dengan ISS pada 17 Februari 2024 dan sejak saat itu menjadi bagian dari stasiun tersebut.
Dalam misinya, wahana antariksa tersebut mengirimkan air, bahan bakar, pasokan medis, pakaian, makanan, dan peralatan ke ISS untuk eksperimen ilmiah. Sistem propulsinya melakukan enam kali koreksi orbit ISS.
Pada 17 Agustus 2024, Progress MS-28 akan melakukan penambatan dengan modul Zvezda di ISS setelah diluncurkan dari Baikonur pada 15 Agustus 2024. (hen/ xinhua-news.com)







