NEW YORK (Kepri.co.id – Xinhua) – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres pada Rabu (24/7/2024) memperingatkan, tujuan pembangunan berkelanjutan 2 (Sustainable Development Goals 2/ SDG 2) PBB, yang merupakan target mencapai nol kelaparan di dunia, “sudah ke luar jalur.”
Dalam sebuah pesan video untuk peluncuran laporan Status Ketahanan Pangan dan Gizi Dunia 2024 (State of Food Security and Nutrition in the World 2024), Guterres mengatakan, laporan tersebut memuat dua pesan penting.
Baca Juga: Sekjen PBB Dorong Penekanan Kembali Pentingnya Resolusi Politik Atasi Krisis Gaza
“Yang pertama adalah bahwa kelaparan, kerawanan pangan, dan malanutrisi masih menjadi krisis global,” yang berarti bahwa SDG 2, target mencapai nol kelaparan di dunia, “sudah ke luar jalur,” kata Sekjen PBB itu.
Sekitar 733 juta orang, atau sekitar 9 persen populasi dunia, mengalami kelaparan tahun 2023, dan sekitar 582 juta orang akan mengalami kekurangan gizi kronis per tahun 2030, dengan lebih dari separuhnya berada di Afrika saja, menurut laporan tersebut.
Pesan kedua dari laporan itu bahwa “kita dapat menyelesaikan krisis ini,” tegas Guterres, seraya menambahkan, pendanaan adalah “kuncinya.”
Pendanaan hanyalah satu bagian dari “teka-teki” mentransformasi sistem pangan, tetapi merupakan bagian yang penting dan krusial membantu negara-negara membangun dan meningkatkan kualitas sistem pangan dengan kecepatan dan skala yang diperlukan, ujarnya.
Seraya menyebutkan, hanya sekitar sepertiga dari negara-negara berpendapatan rendah dan menengah mempunyai opsi pendanaan yang memadai untuk pangan dan gizi.
Sekjen PBB itu mengatakan, semua negara berpendapatan rendah dan menengah, rentan terhadap guncangan ekonomi, konflik, dan fenomena cuaca ekstrem.

Dia menyerukan keadilan membantu negara-negara yang terdampak parah berinvestasi dalam sistem pangan yang tangguh, inovatif, dan berkelanjutan, guna menjamin akses ke pendanaan konsesi jangka pendek dan panjang, investasi, bantuan anggaran, dan keringanan utang, serta untuk mereformasi arsitektur keuangan global. Sehingga, negara-negara berkembang terwakili dengan lebih baik dan dapat mengakses pendanaan memadai mencapai target mereka.
“Tidak ada tempat bagi kelaparan di abad ke-21,” tegasnya, sembari mengatakan, dunia tanpa kelaparan yang menjadi visi SDG 2 tidak hanya diperlukan, tetapi juga dapat dicapai.
Laporan bertajuk “Status Ketahanan Pangan dan Gizi di Dunia 2024: Pendanaan untuk Mengakhiri Kelaparan, Kerawanan Pangan, dan Malanutrisi dalam Segala Bentuknya” (State of Food Security and Nutrition in the World 2024: Financing to End Hunger, Food Insecurity and Malnutrition in All Its Forms), yang dipublikasikan lima badan PBB, yaitu Organisasi Pangan dan Pertanian (Food and Agriculture Organization/ FAO), Dana Anak-Anak PBB (United Nations Children’s Fund/ UNICEF), Program Pangan Dunia (World Food Program/ WFP), Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/ WHO), serta Dana Internasional untuk Pengembangan Pertanian (International Fund for Agricultural Development/ IFAD), diluncurkan pada Rabu (24/7/2024). (hen/ xinhua-news.com)







