Menteri Malaysia: Hubungan Antarmasyarakat Tak Terpisahkan dari BRI

Menteri Investasi, Perdagangan, dan Perindustrian Malaysia, Tengku Zafrul Abdul Aziz berbicara pada sesi berbagi cerita kerja sama Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra (Belt and Road Initiative/ BRI) di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 15 Juli 2024. (F. Xinhua/Cheng Yiheng)

KUALA LUMPUR (Kepri.co.id – Xinhua) – Keterlibatan antarmasyarakat menambah jiwa pada hubungan bersama Malaysia-China, membawa kedua negara itu lebih dekat.

Demikian Menteri Investasi, Perdagangan, dan Perindustrian Malaysia, Tengku Zafrul Abdul Aziz, dalam sesi berbagi cerita kerja sama Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra (Belt and Road Initiative/ BRI), Senin (15/7/2024).

Baca Juga: Kisah Seorang Sarjana Asal Malaysia, Berkomitmen Kembangkan Persahabatan China-Malaysia Selama 50 Tahun

“Ribuan pelajar Malaysia saat ini sedang belajar di China,” katanya, seraya menambahkan gelombang besar kedatangan turis China memungkinkan mereka merasakan pengalaman langsung di Malaysia.

Zafrul juga mengatakan, perdagangan antara kedua negara itu tidak hanya tentang angka, tetapi memiliki manfaat positif bagi masyarakat awam, dengan ekspor Malaysia ke China seperti barang kelistrikan dan elektronik, barang tambang, gas alam cair, minyak kelapa sawit, dan karet yang disambut baik.

Lebih lanjut, investasi China juga telah memacu pertumbuhan Malaysia di bidang infrastruktur, teknologi, dan manufaktur.

Seorang pria menunjukkan prangko peringatan 50 tahun terbentuknya hubungan diplomatik antara Malaysia dan China di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 31 Mei 2024. (F. Xinhua/Chong Voon Chung)

Sementara itu, Duta Besar China untuk Malaysia, Ouyang Yujing, mengatakan, China dan Malaysia menikmati pertukaran antarmasyarakat yang luas dan berkomitmen saling menghormati dan saling belajar di antara peradaban yang berbeda, serta meningkatkan kerja sama.

Baca Juga: Kereta Kargo ASEAN Express Tingkatkan Konektivitas Perdagangan Malaysia dengan China dan Asia Tenggara

“Kami akan memperkuat rasa saling percaya yang strategis, terus memprioritaskan hubungan bilateral kami dalam kebijakan luar negeri masing-masing, memahami serta mendukung kepentingan inti dan keprihatinan utama satu sama lain,” ujarnya, seraya menambahkan kebijakan bebas visa baru-baru ini, telah diterima dengan baik oleh kedua belah pihak serta telah meningkatkan pariwisata dan perjalanan di antara keduanya.

Diselenggarakan oleh Southeast Asia Research Centre for Humanities, sesi berbagi cerita ini bertujuan, memperingati 50 tahun terbentuknya hubungan diplomatik kedua negara dan akan diselenggarakan di negara-negara bagian lain di Malaysia. (asa/ xinhua-news.com)