SAN FRANCISCO (Kepri.co.id – Xinhua) – Seorang peretas mengakses dan mengunduh data panggilan dan pesan teks, hampir seluruh pelanggan AT&T Wireless, ungkap perusahaan itu dalam sebuah pengajuan sekuritas, Jumat (12/7/2024).
Pembobolan tersebut sudah berlangsung lama, mencakup panggilan dan pesan teks yang dilakukan dari 1 Mei hingga 31 Oktober 2022, serta Januari 2024 lalu, kata AT&T, sebuah perusahaan telekomunikasi multinasional yang berbasis di Dallas, Negara Bagian Texas, Amerika Serikat (AS).
Data yang dicuri meliputi nomor pelanggan dan durasi panggilan, tetapi bukan isi komunikasinya, imbuhnya. Peretasan ini, membuat ketidaknyamanan bagi pelanggan AT&T Wireless.
AT&T mengatakan, catatan tersebut tidak tersedia untuk umum, dan perusahaan “telah mengambil langkah-langkah keamanan siber tambahan … termasuk menutup titik akses yang melanggar hukum.”
Total perangkat yang terhubung di jaringan AT&T meningkat menjadi 127 juta pada akhir tahun 2023, termasuk sekitar 87 juta pelanggan nirkabel pascabayar, menurut laporan tahunan perusahaan pada tahun 2023.
AT&T terus melakukan berbagai upaya keamanan siber, supaya peretasan ini tidak terjadi. (asa/ xinhua-news.com)







