Ajang Olahraga Pikat Wisatawan China Berkunjung ke Eropa

Foto yang diabadikan pada 26 Juni 2024 ini, memperlihatkan pemandangan Trocadero dan Menara Eiffel di Paris, Prancis. (F. Xinhua/Sun Fei)

BEIJING (Kepri.co.id – Xinhua) – Li Ao, seorang warga Beijing, sangat menantikan musim panas yang menyenangkan di Eropa, selama penyelenggaraan Olimpiade Paris 2024, menyusul pesta sepak bola Eropa, Euro 2024.

Sensasi dan euforia olahraga, diperkirakan akan menarik lebih banyak wisatawan China datang ke Eropa pada musim panas ini, menurut sejumlah agen perjalanan domestik.

Baca Juga: Paris Masuki Tahap Akhir Persiapan Penyelenggaraan Olimpiade Musim Panas 2024

Kebanyakan warga China menyaksikan Piala Dunia FIFA 2022 Qatar di sejumlah venue di China akibat pandemi Covid-19, yang kini lebih berkeinginan menonton langsung di tempatnya.

Pemesanan perjalanan musim panas melonjak secara signifikan, dengan perjalanan ke Prancis mencatatkan peningkatan 80 persen secara tahunan (year on year/ yoy).

Sedangkan pemesanan untuk perjalanan ke Jerman, naik lebih dari dua kali lipat, menurut laporan Ctrip yang dirilis pada 26 Juni 2024.

Meskipun Jepang, Korea Selatan, dan negara-negara Asia Tenggara masih menjadi destinasi wisata populer, ada peningkatan signifikan dalam perjalanan jarak jauh ke Eropa, yang didorong ajang-ajang seperti Euro 2024 dan Olimpiade Paris mendatang, kata penyedia layanan perjalanan daring tersebut.

Bagi Li, dapat mengamankan tiket menyaksikan pertandingan final tunggal putri cabang olahraga tenis di Olimpiade Paris, sangat melegakan. “Anak saya menyukai tenis. Dengan liburan musim panas di sini, menyaksikan turnamen secara langsung merupakan suatu keberuntungan bagi kami.” Li berharap perjalanan tersebut akan menciptakan kenangan jangka panjang bagi anaknya.

Menyadari pentingnya olahraga membentuk karakter dan menanamkan nilai-nilai penting, para orang tua di Chin,a kini mendorong anak-anak mereka melakukan aktivitas fisik sebanyak mungkin.

Hal itu didukung inisiatif-inisiatif pemerintah, seperti memasukkan pendidikan jasmani dalam ujian masuk sekolah menengah atas.

Data dari Ctrip menunjukkan, pemesanan hotel di Paris selama Olimpiade Paris meningkat 108 persen (yoy) sejak Juni 2024 lalu, sementara pemesanan tiket pesawat ke kota tersebut naik 85 persen.

Baca Juga: Paris Bersiap Sambut Olimpiade Musim Panas 2024

Euro 2024 telah menyoroti daya tarik olahraga di kalangan wisatawan China. Qunar, sebuah penyedia layanan perjalanan daring, melaporkan peningkatan dua kali lipat dalam hal pemesanan tiket pesawat ke Jerman selama Euro 2024, serta pemesanan hotel naik 1,5 kali lipat, dengan kenaikan harga 25 persen.

Secara khusus, pencarian terkait Berlin, kota tuan rumah pertandingan final Euro 2024, di platform tersebut meningkat 253 persen selama sepekan terakhir.

Seorang staf hukum korporat bermarga Ma, baru saja kembali dari Jerman. Ma harus merogoh kocek lebih dalam membeli tiket, yang harganya naik enam kali lipat dari harga tiket normal menonton pertandingan Euro 2024 antara Slovenia melawan Denmark.

Lantaran ada kendala visa saat Euro 2024, Ma melakukan perjalanan melalui Barcelona. Di sana, Ma mengunjungi FC Barcelona Museum dan membeli suvenir sepak bola untuk putranya.

“Sayang sekali putra saya masih bersekolah, jadi dia melewatkan perjalanan itu,” tutur Ma, seraya menambahkan, dirinya berencana memenuhi keinginan putranya berusia 11 tahun mengunjungi Portugal, negara asal legenda sepak bola Cristiano Ronaldo, tahun depan.

EFEK AIR TERJUN PADA NEGARA-NEGARA TETANGGA

Euro 2024 dan Olimpiade Paris, tidak hanya meningkatkan perjalanan ke Jerman dan Prancis, tetapi juga memicu minat pada destinasi-destinasi lainnya di Eropa, kata Cheng Chaogong, seorang peneliti di Tongcheng Travel.

Minat pariwisata China terhadap Paris mengalami peningkatan terbesar, diikuti Berlin, London, Madrid, dan Athena, menurut Tongcheng Travel. Banyak paket tur kelompok yang terjual habis di platform tersebut.

“Permintaan tur carteran ke Prancis dan negara-negara sekitarnya, meningkat secara signifikan. Rute-rute seperti ‘Prancis-Italia-Swiss’ dan ‘Belanda-Belgia-Luksemburg-Prancis’ sangat populer,” papar Li Jiang, penyedia layanan tur carteran ke Eropa.

Sementara itu, seorang manajer di perusahaan proyek infrastruktur luar negeri yang bermarga Wang, memesan tur pada pertengahan Agustus 2024 ke negara-negara Nordik, guna menghindari tempat-tempat wisata populer dan puncak musim kunjungan wisatawan.

Wang akan mengajak ibunya berusia 70 tahun dan kedua putranya. Terlepas dari pengalamannya yang luas dalam perjalanan bisnis ke luar negeri, Wang memilih layanan agen perjalanan demi ketenangan pikiran.

Mengingat kerusuhan yang terjadi baru-baru ini di Eropa, Wang merasa rentan terhadap potensi insiden saat bepergian ke luar negeri.

Ibunya menjadi motivator kuat untuk perjalanan ini. “Setelah bertahun-tahun tinggal di rumah karena Covid-19, penting baginya bereksplorasi selagi dia masih mampu secara fisik,” tutur Wang.

Menurut Tongcheng Travel, kelompok perjalanan yang melibatkan anak-anak mencakup 33,8 persen penerbangan internasional, selama liburan musim panas 2024.

Sementara itu, kelompok perjalanan yang diikuti warga lanjut usia (lansia) mencapai 22,5 persen dan angka ini meningkat empat poin persentase (yoy).

Mengutip angka-angka tersebut, Cheng memperkirakan, akan terjadi lonjakan signifikan untuk jumlah keluarga China yang bepergian ke luar negeri bersama lansia pada musim panas kali ini. (asa/ xinhua-news.com)