Gelombang Panas “Panggang” China Utara, Picu Pertumbuhan Ekonomi Sejuk

F. xinhua-news.com

CHONGQING (Kepri.co.id – Xinhua) – Gelombang panas yang melanda sejumlah provinsi dan daerah di China dalam beberapa hari terakhir, banyak orang telah membuat rencana liburan musim panas, sering kali dengan tujuan mencari destinasi sejuk bersantai.

Guna memenuhi permintaan wisatawan yang beragam dan terpersonalisasi, destinasi musim panas populer di China kini sedang menjajaki metode baru memanfaatkan berbagai sumber daya seperti pantai, hutan, sungai, dan danau untuk pertumbuhan ekonomi.

Koresponden Kantor Berita Xinhua melaporkan dari Jilin dan Chongqing, China. (XHTV)

Di Provinsi Jilin, China timur laut, danau kawah Tianchi yang membeku di Gunung Changbai baru saja mulai mencair, menyambut musim terindahnya.

Terletak di dataran tinggi, cagar alam Gunung Changbai memiliki suhu rata-rata hanya 22 derajat Celsius di musim panas. Kesejukannya membuat Gunung Changbai menjadi salah satu destinasi wisata populer saat musim panas.

Lebih jauh ke selatan, Kota Chongqing, salah satu dari “empat oven” (empat kota terpanas saat musim panas) di China karena musim panasnya yang terik, telah mengubah bunker perlindungan serangan udara menjadi destinasi liburan musim panas bagi para pengunjung.

Chongqing memiliki lebih dari 1.600 bunker bekas perlindungan serangan udara.

Klaster besar bunker tersebut telah disulap menjadi venue komersial yang ramai. Seperti restoran hot-pot, gudang anggur, museum, toko buku, dan bar makanan ringan, menarik lebih dari 1 juta wisatawan setiap tahunnya dan menyediakan lapangan kerja bagi lebih dari 100.000 orang.

Sebuah laporan yang dirilis Akademi Pariwisata China tahun 2023 mengungkapkan, skala pariwisata musim panas China dan pasar terkait tercatat antara 1,2 triliun hingga 1,5 triliun Yuan (1 Yuan = Rp2.245). (asa/ xinhua-news.com)