Rudi Optimis Jadikan Batam dan Kepri Lokomotif Ekonomi Nasional

Kepala BP Batam yang juga Ketua Dewan Masjid Provinsi Kepri, Muhammad Rudi (tengah) menghadiri tabligh akbar dan doa bersama, menyambut bulan suci Ramadan 1445 Hijriah di Masjid Agung Tanjungpinang, Minggu (25/2/2024). (F. rud/ bp batam)

BATAM (Kepri.co.id) – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam yang juga Walikota Batam, Muhammad Rudi menunjukkan tipikal dirinya pekerja keras dan cerdas, optimis membangun Batam dan Kepri lokomotif ekonomi nasional.

Rudi tak ingin optimismenya “jualan kecap”, tapi bisa dikonfirmasi dengan masifnya pembangunan infrastruktur Batam kelas dunia.

Dari segi ekonomi, dengan data bisa dibuktikan realisasi investasi Batam tahun 2023 tumbuh 18 persen dengan pencapaian Rp15,6 triliun.

Realisasi tersebut terdiri investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp6,8 triliun dan penanaman modal asing (PMA) Rp8,8 triliun.

Hal itu diutarakan Rudi, diundang menghadiri undangan tabligh akbar dan doa bersama, menyambut bulan suci Ramadan 1445 Hijriah di Masjid Agung Tanjungpinang, Minggu (25/2/2024).

“Saya ingin Batam dan Kepri menjadi lokomotif ekonomi nasional. Jika Kota Batam bisa menjadi kota maju, maka bapak ibu yang berada di daerah tingkat satu atau ibu kota provinsi pasti akan mendapatkan dampaknya,” jelas Rudi.

Tabligh akbar yang dilaksanakan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Tanjungpinang ini, menghadirkan salah seorang penceramah dari keturunan Rasulullah Shollallahu A’laihi Wassalam, Habib Sayyidi Baraqbah.

Rudi mengucapkan syukur atas nikmat sehat dari Allah SWT. Sehingga, dirinya dapat hadir dan bersilaturahmi bersama masyarakat Kota Tanjungpinang di acara tabligh akbar.

Rudi yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Kepri ini, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Alhamdulillah, saya bersyukur atas izin Allah SWT, dapat memudahkan langkah kaki saya hadir di kegiatan tabligh akbar di tempat yang mulia ini. Semoga, kita selalu mendapatkan rahmat dan ridha dari Allah SWT,” ujar Rudi.

Gencar dalam pembangunan fisik di Kota Batam, tak berarti pembangunan non fisik ditinggalkan. Bahkan, menurut Rudi, keduanya harus disejalankan.

Bukan isapan jempol belaka, keduanya dilaksanakan dalam berbagai program. Sesuai visi Batam bandar dunia madani yang modern dan sejahtera.

“Di samping kita meningkatkan perekonomian masyarakat, syiar agama juga terus jalankan. Pada saat daerah ini maju, budaya luar tidak boleh menggantikan budaya kita. Syiar agama ini juga terus saya jalankan,” imbuh Rudi. (rud)