BATAM (Kepri.co.id) – Musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) sarana arus bawah mengusulkan pembangunan, dilaksanakan berdasarkan kelurahan.
Untuk tahun angaran 2025, pembangunan sarana prasarana kelurahan (PSPK) dianggarkan Rp3,5 miliar per kelurahan.
“Perjuangkan usulan dari lingkungan Bapak dan Ibu sekalian. Kita usahakan, bagaimana ini dapat terealisasi berdasarkan skala prioritas,” ujar Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Batam, Jefridin Hamid MPd dalam musrenbang tingkat Kecamatan Sekupang di Hotel Vista, Minggu (4/2/2024).
Menurut Jefridin, selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Batam, musrenbang sebagai wadah menampung aspirasi, mendengarkan dan mengakomodir berbagai harapan pembangunan berkelanjutan di tingkat kelurahan atau PSPK.
“Kenapa musyawarah dan usulan prioritas ini menjadi penting? Karena anggaran kita tidak dapat mengakomodir seluruh kebutuhan masyarakat, jadi perlu usulan prioritas,” katanya.
Untuk merealisasikan seluruh pembangunan di tingkat kelurahan ini, menurut Jefridin, perlu peningkatan pendapatan daerah. Pemko, kata Jefridin, mengajak seluruh masyarakat turut andil membangun kenyamanan di Kota Batam, agar wisatawan datang dan betah berada di Batam.
“Kalau Batam kondusif, aman, dan nyaman sudah dipastikan orang akan berdatangan dan betah berwisata di Kota Batam. Merekalah yang menyumbangkan pendapatan kita dari sektor pajak. Dengan uang ini, kita membangun Batam,” terang Jefridin.
Jefridin berharap, pembangunan Kota Batam terkhusus di Kecamatan Sekupang dapat terus berlanjut, dan dapat dinikmati seluruh masyarakat Batam.
Pada kesempatan itu, Camat Sekupang, Kamarul Azmi, melaporkan dari tahun 2017 sampai 2023, telah terlaksana PSPK dengan total anggaran Rp56,4 miliar.
“Pada tahun 2024 ini, akan dilaksanakan sebanyak 153 paket pembangunan dengan total anggaran Rp16,8 miliar,” katanya. (rud)







