ABU DHABI, Kepri.co.id-Xinhua – Kantor Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu pada Senin (28/9/2026) mengonfirmasi, dirinya telah mengunjungi Uni Emirat Arab (UEA) sehari sebelumnya, atas undangan Presiden UEA, Syekh Mohamed bin Zayed al-Nahyan, seraya menyebut pembicaraan mereka berfokus pada hubungan kedua negara.
“Kunjungan tersebut berfokus pada hubungan bilateral dan tantangan regional,” ungkap pernyataan dari kantor Netanyahu, seraya menambahkan bahwa Sara, istri Netanyahu, turut mendampingi PM Israel dalam lawatan tersebut.
Kantor berita resmi UEA, Emirates News Agency, sebelumnya pada Senin (28/9/2026) yang sama melaporkan, kedua pemimpin membahas hubungan kedua negara dan upaya-upaya untuk memperkuatnya, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Mengutip pernyataan sejumlah pejabat yang mengetahui pertemuan tersebut, saluran berita milik negara Israel, Kan TV News, melaporkan, Netanyahu telah meminta Presiden UEA untuk secara terbuka membantah laporan yang menyebutkan, al-Nahyan telah memperingatkan PM Israel itu, soal rencana operasi besar Hamas sebelum serangan mendadak kelompok tersebut pada 7 Oktober 2023.
Netanyahu sebelumnya membantah menerima peringatan semacam itu.
Dalam pernyataan terpisah, kantor PM Israel telah menepis laporan tersebut sebagai “berita bohong” dan mengeklaim bahwa kunjungan itu “sepenuhnya berfokus pada upaya memperkuat hubungan kedua negara serta tantangan regional.”
Netanyahu bertolak ke UEA menggunakan pesawat pribadi dan menghabiskan waktu sehari penuh di UEA, lapor Kan TV. (hen/ xinhua-news.com)
BERITA TERKAIT:
Liga Arab dan Mesir Kutuk Israel yang Sebut Serangan ke Rumah Sakit di Gaza “Kecelakaan Tragis”
Sekjen Liga Arab Kecam Peta Israel Mengeklaim Hak Teritorial Historis Negara-negara Arab
Gelar Sesi Darurat, Dewan Liga Arab Bahas Ancaman Israel terhadap Irak
Sekjen Liga Arab Peringatkan Eskalasi Konflik Regional Israel “Berbahaya”







