KUALA LUMPUR (Kepri.co.id – Xinhua) – Maybank Investment Bank pada Selasa (28/1/2025) mengatakan, industri otomotif Malaysia sedang mengalami transisi, didorong maraknya pemain kendaraan listrik (electric vehicle/EV), dengan investasi saat ini berfokus pada area hilir, seperti ruang pamer (showroom) dan pusat layanan, seiring meningkatnya minat terhadap perakitan EV.
Lembaga riset tersebut mengatakan dalam sebuah catatan, berakhirnya insentif untuk unit EV yang diimpor secara utuh (completely built unit/ CBU) diharapkan dapat meningkatkan sumber lokal, sehingga menciptakan peluang hulu dalam rantai pasokan EV.
Baca Juga: Produsen Mobil China GWM Luncurkan Mobil Hybrid Baru untuk Pasar Malaysia
Sementara itu, Maybank menetapkan empat hotspot investasi utama untuk EV di Semenanjung Malaysia, yakni Perlis, Perak, Pahang, dan Johor.
Menurut Maybank, pemain suku cadang otomotif lokal dapat memanfaatkan transisi EV melalui kemitraan teknis dan peningkatan keterampilan, untuk memperluas basis pelanggan mereka dan mengakses rantai pasokan global.
Baca Juga: Merek China Jaecoo Resmi Masuk Pasar Indonesia dan Perkenalkan Mobil Hybrid
Kendati konsolidasi global di antara produsen peralatan asli (original equipment manufacturer/ OEM) tradisional, diperkirakan akan menciptakan efek riak, yang berdampak pada pemain otomotif lokal.
Lembaga riset ini menyoroti, pasar otomotif Malaysia tetap tangguh, yang didominasi merek-merek nasional, seperti Perodua dan Proton, yang menyumbang hampir dua pertiga dari total volume industri.
Baca Juga: Mobil Listrik Xpeng Asal China akan Masuk Indonesia Awal Tahun Ini
Hal ini, menghadirkan tantangan ganda bagi para produsen mobil Jepang, yakni bersaing dengan merek-merek nasional sekaligus dengan pemain baru, tambah lembaga riset tersebut. (amr/ xinhua-news.com)







