AMMAN (Kepri.co.id – Xinhua) – Yordania pada Senin (26/8/2024) meluncurkan inisiatif, mendukung para korban amputasi di Gaza, sebagai respons terhadap peningkatan cidera anggota tubuh yang belum pernah terjadi sebelumnya, akibat konflik yang sedang berlangsung.
Inisiatif yang berada di bawah arahan Raja Abdullah II itu, menawarkan teknologi canggih yang memungkinkan pemasangan anggota tubuh palsu yang fungsional bagi para korban amputasi dalam waktu satu jam.
Koresponden Kantor Berita Xinhua melaporkan dari Amman. (XHTV)
Para personel di Pusat Rehabilitasi Nasional Yordania untuk Para Korban Amputasi, bagian dari Pusat Medis Raja Hussein, telah menerima pelatihan dalam teknologi tersebut.
Pusat rehabilitasi tersebut, berhasil memasang anggota tubuh palsu kepada seorang anak laki-laki dari Gaza, yang menjalani tiga kali amputasi. Sehingga, dia dapat berjalan dengan alat bantu jalan hanya dalam waktu satu hari.
Baca Juga: Warga Gaza Yang Terluka, Hadapi Kondisi Mengancam Jiwa di Tengah Kekurangan Obat dan Bahan Bakar
“Saya berkesempatan datang ke Yordania untuk menjalani pengobatan dan saya dipasangi anggota tubuh palsu, terima kasih kepada Royal Medical Services yang memasangkan anggota tubuh palsu ini dan meringankan penderitaan saya. Saya sangat berterima kasih kepada mereka. Tanpa mereka, saya tidak akan bisa berjalan,” ujar Yazan Al-Harazin, pasien dari Gaza.
“Yazan adalah pasien dari Gaza yang menjalani beberapa kali amputasi di tungkai atas dan kedua kakinya. Dia datang ke Yordania, dan kami segera memulai program rehabilitasi dan memasangkan anggota tubuh palsu dengan teknologi baru kami. Kami memasang implan di tangan dan kakinya. Sekarang, Yazan sudah bisa berjalan serta bergantung pada dirinya sendiri,” ujar Dokter di Royal Medical Services Yordania, Mohammed Al-Bakhet.
Baca Juga: Anak-anak di Gaza Terjangkit Penyakit Kulit di Tengah Kelangkaan Air dan Obat-obatan
Dua unit pendukung amputasi keliling, yang dilengkapi dengan semua peralatan yang diperlukan, akan dikerahkan ke rumah sakit lapangan militer Yordania di Gaza, tempat mereka akan mulai memasang anggota tubuh palsu untuk para korban amputasi. (hen/ xinhua-news.com)







