Dewan Pers Menjawab: Pendaftaran Perusahaan Pers Tidak Sama dengan Pendataan

Ketua Dewan Pers, Dr Ninik Rahayu SH MS. (F. dok dewan pers)

JAKARTA (Kepri.co.id) – Dewan Pers lewat siaran pers dengan nomor 07/SP/DP/II/2023, menjawab banyaknya pemberitaan tentang tidak perlu pendaftaran perusahaan pers ke Dewan Pers.

Beberapa media beranggapan tidak perlu lagi ada verifikasi perusahaan media/ pers oleh Dewan Pers.

Baca Juga: Ninik Rahayu Terpilih Ketua Dewan Pers Gantikan Almarhum Azyumardi

Sehubungan dengan hal itu, Dewan Pers perlu melakukan klarifikasi sebagai berikut:

  1. UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers yang saat itu lahir di era reformasi, tidak mengenal pendaftaran bagi perusahaan pers.

Setiap orang dapat mendirikan perusahaan pers dan menjalankan tugas jurnalistik, tanpa harus mendaftar ke lembaga mana pun, termasuk ke Dewan Pers.

Ketua Dewan Pers, Dr Ninik Rahayu SH MS. (F. dok dewan pers)

Setiap perusahaan pers sepanjang memenuhi syarat berbadan hukum Indonesia dan menjalankan tugas jurnalistik secara teratur, secara legal formal berdasarkan Pasal 9 ayat (2) UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik, dapat disebut sebagai perusahaan pers, sekalipun belum terdata di Dewan Pers.

BACA JUGA:   Kepri dan Thailand Saling Dukung Pariwisata
  1. Sesuai pasal 15 ayat 2 (huruf g) UU Pers, tugas Dewan Pers antara lain mendata perusahaan pers.

Pendataan perusahaan oleh Dewan Pers, tidak bisa disamakan dengan pendaftaran dan keduanya sangatlah berbeda.

Pelaksanaan tugas mendata perusahaan pers, sebagaimana pelaksanaan tugas-tugas lainnya yang dimandatkan oleh UU Pers, ditujukan untuk mengembangkan kemerdekaan pers dan meningkatkan kehidupan pers nasional.

  1. Pendataan perusahaan pers merupakan stelsel pasif dan mandiri. Artinya, perusahaan pers yang berinisiatif mengajukan diri agar diverifikasi (didata) oleh Dewan Pers sesuai aturan yang ada.
BACA JUGA:   Perkembangan Zaman, Rudi Dorong Pengembangan Ekonomi Kreatif

Ketentuan tentang pendataan perusahaan pers ini, tertuang dalam Peraturan Dewan Pers Nomor 1/Peraturan DP/I/2023 tentang Pendataan Perusahaan Pers.

Dewan Pers tidak dapat memaksa perusahaan pers untuk didata atau ikut verifikasi media.

  1. Pendataan perusahaan pers bertujuan untuk:
  • Mewujudkan perusahan pers yang kredibel dan profesional.
  • Mewujudkan perusahaan pers yang sehat, mandiri, dan independen.
  • Mewujudkan perlindungan pada perusahaan pers.
  • Menginventarisasi perusahaan pers secara kuantitatf dan kualitatif.
  1. Pendataan perusahaan pers dilakukan untuk memastikan, bahwa perusahaan pers sungguh-sungguh menjalankan kewajibannya sebagai salah satu unsur yang menopang tegaknya kemerdekaan pers.

Perusahaan pers yang tidak bekerja secara profesional, antara lain ditandai dengan tidak memenuhi kewajiban untuk kesejahteraan wartawan, tidak memberikan penghasilan yang layak, atau malah memerintahkan wartawan mencari tambahan penghasilan/ iklan.

BACA JUGA:   Lagi, Polda Kepri Tangkap 42 WNA China Pelaku Love Scamming

Hal ini pada akhirnya akan membuat wartawan tidak dapat menjalankan tugas dengan profesional, karena penghasilan wartawan tergantung kepada seberapa besar ia meraih iklan atau tambahan penghasilan.

Situasi ini tentu tidak mendukung wartawan untuk menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas.

“Demikian klarifikasi ini kami sampaikan. Atas perhatian semua pihak, konstituen, komunitas, dan insan pers, Dewan Pers menyampaikan terima kasih,” ujar Ketua Dewan Pers, Dr Ninik Rahayu dalam siaran pers, Senin (27/2/2023). (hen)