DAMASKUS (Kepri.co.id – Xinhua) – Hampir 17.700 orang, termasuk lebih dari 13.800 warga Suriah dan 3.800 warga Lebanon, pada Rabu (25/9/2024) menyeberangi perbatasan Jdeidat Yabous menuju wilayah pedesaan Damaskus, Suriah.
Demikian menurut Alaa Al-Sheikh, seorang anggota Kantor Pengurus Sektor Transportasi Suriah.
Koresponden Kantor Berita Xinhua melaporkan dari Damaskus. (XHTV)
Arus masuk pengungsi tersebut terjadi, ketika warga Lebanon dan Suriah melarikan diri dari serangan militer Israel, yang makin intensif terhadap Hizbullah di Lebanon.
Kepadatan lalu lintas terlihat di perlintasan Jdeidat Yabous yang menghubungkan Lebanon dengan wilayah pedesaan Damaskus di Suriah, dengan antrean kendaraan yang panjang.
Baca Juga: Taktik Perang Nonkonvensional Israel Tingkatkan Risiko Konflik Regional yang Lebih Luas
Orang-orang mengantre dalam barisan yang panjang ketika otoritas Suriah memproses dokumen di perlintasan Jdeidat Yabous sisi Suriah. Sesuai arahan Presiden Suriah, Bashar al-Assad, petugas perbatasan mempercepat proses masuknya pengungsi Lebanon dan warga negara Suriah yang kembali ke negaranya.
Lonjakan pelintas di penyeberangan tersebut terjadi, setelah Israel melancarkan serangan udara selama beberapa hari terhadap lokasi-lokasi Hizbullah di Lebanon, yang memicu eksodus massal keluarga-keluarga yang mencari perlindungan di Suriah.
Perbatasan antara Suriah dan Lebanon membentang sepanjang sekitar 375 Kilometer (Km), dengan perlintasan Jdeidat Yabous, atau juga dikenal sebagai perlintasan Masnaa di Lebanon, merupakan salah satu dari lima rute perlintasan utama di antara kedua negara itu. (hen/ xinhua-news.com)







