GELAR juara ASEAN Championship 2026 akan ditentukan malam ini, lewat leg kedua final antara Vietnam dan Thailand di Stadion My Dinh, Hanoi.
Vietnam datang dengan modal sangat besar setelah mencuri kemenangan 2-0 atas Thailand di Bangkok pada leg pertama, lewat gol Nguyen Hai Long dan Nguyen Quang Hai.
Keunggulan agregat itu, membuat Vietnam hanya membutuhkan hasil imbang atau tidak kalah dengan selisih lebih dari dua gol, untuk mempertahankan trofi sebagai juara bertahan.
Hasil itu, sekaligus menegaskan mengapa Vietnam menjadi lawan berat bagi Timnas Indonesia. Di fase grup ASEAN Championship lalu, Indonesia harus mengakui keunggulan Vietnam 0-3 di Pakansari, Bogor pada 3 Agustus 3026, dengan gol dari Nguyen Van Vi, Nguyen Hai Long dan Nguyen Xuan Son.
Kekalahan tersebut membuat perjalanan Garuda di AFF 2026 terhenti, dan kini narasi balas dendam itu berpindah ke panggung yang jauh lebih besar yaitu FIFA ASEAN Cup 2026.
FIFA ASEAN Cup adalah edisi perdana turnamen resmi FIFA untuk kawasan, berbeda dengan AFF yang digelar di luar kalender FIFA.
Turnamen ini dijadwalkan 21 September hingga 3 Oktober 2026,dan Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Premier Division, sementara Hong Kong menjadi tuan rumah Challenge Division.
Karena masuk kalender FIFA Matchday, setiap negara bisa memanggil pemain terbaiknya yang berkarier di luar negeri. Pembagian grup Premier Division sudah diumumkan, Grup A dihuni Indonesia sebagai tuan rumah bersama Malaysia, Singapura, dan Bangladesh.
Samaementara Grup B diisi Thailand, Vietnam, Filipina, dan Pakistan. Formatnya juara grup langsung ke final divisi, jadi setiap poin di fase grup sangat krusial.
Menariknya, para tokoh sepak bola Indonesia menilai, peluang Garuda di FIFA ASEAN Cup ini justru jauh lebih besar dibanding di AFF 2026 kemarin.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan, Timnas Indonesia yang turun di Piala AFF 2026 bukan kekuatan terbaik yang dimiliki, sejumlah pemain yang berkarier di Eropa tidak dapat bergabung, karena turnamen itu tidak masuk kalender FIFA.
Ia bahkan menyebut, tim yang ada di Piala AFF ini kan bukan tim full Indonesia, karena banyak pemain kita yang bermain di Eropa tidak bisa berpartisipasi.
Untuk FIFA ASEAN Cup kondisinya berbalik, Erick Thohir memastikan, karena ini di kalender FIFA, kita bisa memberikan tim yang terbaik yang kita punya, karena kalau di luar FIFA kalender, ya… tidak mudah untuk klub-klub bisa memberikan pemainnya keleluasaan untuk bergabung.
Analisis itu diperkuat pengamat sepak bola nasional Ronny Pangemanan, atau yang akrab disapa Bung Ropan.
Menurutnya, peluang Timnas Indonesia untuk menjadi juara di ajang FIFA ASEAN Cup sangat terbuka, soalnya Indonesia dipastikan akan diperkuat pemain abroad yang berkarier di luar negeri, termasuk dari sejumlah negara Eropa, dengan nama-nama beken seperti Jay Idzes, Kevin Diks, Calvin Verdonk, Ole Romeny dan Ragnar Oratmangoen yang bakal kembali masuk starting XI.
Jika bisa menjadi yang terbaik, Indonesia akan menjadi negara pertama yang memenangkan FIFA ASEAN Cup.
Pengamat lainnya, Luciano Leandro, melihat keuntungan ini dari sisi kedalaman skuad. Ia menilai, kekuatan Timnas Indonesia akan meningkat secara signifikan jika pemain abroad dapat dipanggil secara penuh di turnamen ini.
Ini adalah keuntungan besar bagi Indonesia karena bisa memiliki komposisi pemain terbaik, baik dari kompetisi Eropa maupun dari Super League. Dalam sepak bola modern, kualitas sebuah tim bukan hanya ditentukan oleh satu atau dua pemain tetapi oleh kedalaman skuad dan pilihan yang dimiliki pelatih.
Dengan hadirnya pemain seperti Jay Idzes, Kevin Diks, Maarten Paes, Calvin Verdonk, Elkan Baggott dan pemain abroad lainnya, Indonesia akan memiliki pengalaman, kualitas teknis dan mental bertanding yang lebih tinggi.
Kombinasi faktor tuan rumah di Gelora Bung Karno Jakarta dan Si Jalak Harupat Bandung, status turnamen yang masuk kalender resmi FIFA, sehingga bisa mendongkrak ranking dunia, performa positif di bawah John Herdman yang sempat mengangkat Indonesia ke peringkat 118 dunia, setelah dua kemenangan atas Oman dan Mozambik, serta kepastian skuad terbaik yang ditekankan para tokoh tadi membuat peluang balas dendam atas kekalahan 0-3 dari Vietnam dan peluang merebut gelar juara perdana FIFA ASEAN Cup berada di titik paling realistis dalam beberapa tahun terakhir. ***







