Shutdown Berlanjut, Operasional Taman Nasional di AS Terbengkalai

Shutdown Berlanjut, Operasional Taman Nasional di AS Terbengkalai
Great Falls Park di Virginia, Amerika Serikat ditutup. (F. Xinhua)

AMERIKA SERIKAT (Kepri.co.id – Xinhua) – Kini memasuki pekan keempat, penutupan (shutdown) pemerintahan di Amerika Serikat (AS) telah memaksa banyak pegawai federal cuti tanpa dibayar (unpaid leave). Seiring terhentinya berbagai layanan masyarakat, banyak taman nasional di negara itu menghadapi kesulitan operasional dan manajemen.

Koresponden Kantor Berita Xinhua melaporkan dari Fairfax, Amerika Serikat. (XHTV)

“Saya sedang berada di salah satu destinasi wisata paling populer tak jauh dari Washington, DC, (yakni) Great Falls Park di Virginia. Shutdown pemerintahan federal AS, memasuki pekan keempat pada Rabu (22/10/2025) waktu setempat,” lapor koresponden Xinhua di Great Falls Park di Virginia, Xie E.

Dengan banyaknya pegawai federal yang terpaksa mengambil cuti tanpa bayaran, lapor Xie E, banyak pula layanan masyarakat terhenti. Sama seperti taman di belakang saya ini. Semakin banyak taman nasional di AS sedang menghadapi kendala operasional dan manajemen

Great Falls Park hanya berjarak sekitar 30 menit berkendara dari pusat kota Washington. Ini merupakan tujuan favorit menghabiskan akhir pekan bagi warga setempat. Dalam kondisi normal, staf akan ditempatkan di pintu masuk untuk memungut biaya masuk.

Namun, sejak shutdown dimulai, pemungutan biaya tiket telah ditangguhkan, sehingga memungkinkan pengunjung dapat memasuki taman ini secara gratis.

Dalam shutdown pemerintahan AS sebelumnya, yakni dari akhir 2018 hingga awal 2019, penutupan berlangsung selama 35 hari, terpanjang dalam sejarah AS.

Periode tersebut, mencatatkan berbagai insiden kerusakan ekologis dan properti di seluruh sistem taman nasional.

Di Joshua Tree National Park, beberapa pengunjung berkendara memasuki area gurun yang dilindungi, merusak tanah yang rapuh, dan bahkan ada yang menebang pohon Joshua, berumur ratusan tahun untuk membuka lahan bagi lokasi perkemahan ilegal.

Permasalahan serupa, seperti menumpuknya sampah dan vandalisme, juga dilaporkan terjadi di taman nasional Yosemite dan Grand Canyon. Usai shutdown berakhir, Layanan Taman Nasional AS menggelontorkan jutaan Dolar AS untuk pembersihan dan pemulihan. (1 Dolar AS = Rp16.617)

Seiring kebuntuan politik antara Demokrat dan Republik terus berlanjut, masih belum jelas berapa lama shutdown ini akan berlangsung, dan seberapa besar dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari warga biasa di Amerika. Kami akan terus menyampaikan informasi terkini.” (hen/ xinhua-news.com)

BERITA TERKAIT:

Tersangka Percobaan Pembunuhan Trump Hadapi Dua Dakwaan Federal Terkait Senjata Api

Inflasi Mereda, Federal Reserve AS Pertahankan Suku Bunga di Angka 5,25-5,5 Persen

Trump Kirim Pasukan Garda Nasional untuk Tangani Protes Imigrasi di Los Angeles

 

 

Exit mobile version