WASHINGTON DC (Kepri.co.id – Xinhua) – Pria yang diduga mencoba membunuh mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menghadapi dua dakwaan federal atas kepemilikan senjata api di Florida, menurut dokumen yang dirilis Senin (16/9/2024).
Ryan Wesley Routh (58) didakwa sebagai tersangka kepemilikan senjata api, sebagai felon dan kepemilikan senjata api dengan nomor seri yang dihapus.
Koresponden Xinhua News Agency melaporkan dari Washington DC. (XHTV)
Tersangka ditangkap pada Minggu (15/9/2024) setelah seorang agen Dinas Rahasia (Secret Service) melihat laras senapan, mencuat dari pagar di Trump International Golf Club di Florida Selatan dan “menghentikan” tersangka.
Baca Juga: Direktur Dinas Rahasia AS Mundur, Usai Gagal Hentikan Percobaan Pembunuhan Trump
Routh berada sekitar 300 hingga 500 yard (274,3-457,2 meter) dari Trump, yang sedang bergerak di antara lubang lima dan enam di lapangan golfnya, bersama seorang donatur ketika terdengar suara tembakan. Trump tidak terluka dalam insiden tersebut.
Motifnya masih belum jelas, karena Biro Investigasi Federal (FBI) terus melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap latar belakangnya.
Baca Juga:Mahkamah Agung AS Putuskan Trump Kebal Hukum dari Tuntutan Pidana Terkait Pemilu 2020
Sebelumnya pada hari itu, Biden mengatakan kepada wartawan, Dinas Rahasia membutuhkan lebih banyak bantuan.
“Saya pikir Kongres harus merespons kebutuhan mereka, bahkan jika mereka memang membutuhkan lebih banyak anggota Dinas Rahasia. Jadi, itulah yang akan kita bicarakan,” ujar Presiden AS, Joe Biden. (hen/ xinhua-news.com)
