LAMPUNG (Kepri.co.id) – Program Studi Keperawatan Kotabumi Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang, menjalankan pengabdian kepada masyarakat terprogram dengan fokus meningkatkan kualitas hidup lanjut usia (lansia) melalui pendekatan promotif dan preventif.
Kegiatan ini berlangsung di Sekolah Lansia BKL Melati Rejosari, Kecamatan Kotabumi, Lampung Utara, sejak Mei hingga Desember 2025.
Program bertajuk Promosi Kesehatan melalui Edukasi untuk Mewujudkan Lansia Sehat, Mandiri, dan Produktif ini melibatkan dosen dan mahasiswa secara aktif.
Sasaran utamanya, meningkatkan kemandirian lansia dalam menjaga kesehatan fisik, mental, dan psikososial agar tetap aktif serta produktif di usia lanjut.
Ketua tim pengabdian, Hasti Primadilla K SKp MKM, menjelaskan, Prodi Keperawatan Kotabumi memiliki tanggung jawab moral dan akademik, berkontribusi langsung pada peningkatan kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah sekitar kampus.
”Lansia perlu didukung, agar mampu merawat kesehatannya secara mandiri, mencegah penyakit, dan tetap memiliki kesejahteraan psikososial. Dengan begitu, mereka tetap berdaya dan memiliki kualitas hidup yang baik,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan diawali pada 7 Mei 2025, dengan skrining menyeluruh terhadap peserta lansia.
Pemeriksaan meliputi, kualitas hidup menggunakan instrumen WHOQoL-OLD, skrining kesehatan mental melalui kuesioner PHQ-4, serta pemeriksaan fisik seperti tekanan darah, berat badan, dan lingkar perut.
Pada 27 Mei 2025, tim melaksanakan terapi reminiscence untuk meningkatkan harga diri lansia.
Terapi ini, mengajak peserta mengenang pengalaman menyenangkan sejak masa kanak-kanak hingga usia lanjut, kemudian membagikan cerita dan perasaan yang muncul.
”Pendekatan ini, terbukti membantu menekan kecemasan dan gejala depresi,” ujar Hasti Primadilla.
Kegiatan berlanjut pada 15 Juli 2025, dengan edukasi pengelolaan stres melalui teknik Progressive Muscle Relaxation (PMR).
”Metode praktik langsung digunakan agar lansia mampu menerapkan teknik ini secara mandiri. PMR bertujuan mengurangi ketegangan otot, stres, kecemasan, serta meningkatkan kualitas tidur. Para peserta tampak antusias mengikuti sesi ini,” terang Hasti Primadilla.
Selanjutnya, pada 30 September 2025, tim memberikan edukasi latihan keseimbangan di Aula Prodi Keperawatan Kotabumi.
Melalui ceramah, demonstrasi, dan praktik, lansia dibekali latihan sederhana untuk menjaga stabilitas tubuh, mencegah risiko jatuh, memperkuat otot, serta meningkatkan kemandirian dalam aktivitas sehari-hari.
Tahap akhir program dilakukan pada 2 Desember 2025, berupa evaluasi menyeluruh terhadap peserta Sekolah Lansia BKL Melati Rejosari.
“Evaluasi menggunakan instrumen PHQ-4, penilaian tujuh dimensi lansia tangguh sesuai rekomendasi IRL, serta pengukuran kualitas hidup WHOQoL-OLD,” ungkap Hasti Primadilla.
Tim pengabdi bersama pengelola sekolah lansia, mendampingi peserta dalam pengisian kuesioner dan pemeriksaan kesehatan.
Hasti Primadilla menyampaikan, hasil evaluasi menunjukkan, dampak positif program terhadap kesejahteraan lansia.
Secara umum, status kesehatan fisik berada dalam kategori baik, dengan risiko stroke pada tingkat rendah hingga sedang. Sebanyak 98 persen lansia tidak menunjukkan gejala depresi maupun kecemasan.
Selain itu, tujuh dimensi lansia tangguh—spiritual, intelektual, fisik, emosional, sosial-kemasyarakatan, vokasional, dan lingkungan—mencapai tingkat optimal dengan rata-rata capaian di atas 90 persen. Kualitas hidup peserta juga tergolong tinggi dengan skor 86,7.
”Capaian ini menunjukkan, pendekatan edukatif yang berkelanjutan mampu meningkatkan kualitas hidup lansia secara nyata,” katanya.
Ia pun mengajak masyarakat dan pemerintah, memberikan perhatian lebih besar terhadap keberlangsungan Sekolah Lansia.
Ke depan, ia menilai penguatan aspek emosional dan spiritual perlu mendapat porsi lebih besar, agar kesejahteraan lansia semakin holistik.
”Seperti yang tertuang dalam Mars Lansia, badan sehat dan jiwa kuat adalah kunci menuju masa tua yang bahagia,” pungkasnya. (asa)
BERITA TERKAIT:
Poltekkes Tanjungkarang Dorong Lansia Lebih Sehat: Gelar Skrining dan Pelatihan Kader di Kotabumi
Siap Bersaing Tantangan Global, Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang Buka Kelas Internasional







