BATAM (Kepri.co.id) – Pemerintah Kota (Pemko) Batam akan memprioritaskan pembangunan drainase di Kelurahan Taman Baloi, Kecamatan Batam Kota. Ini adalah aspirasi masyarakat, yang diserap pada musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) tingkat Kelurahan Taman Baloi, Minggu (21/1/2024).
Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Batam, Jefridin MPd mewakili Walikota Batam, Muhammad Rudi, meminta agar usulan prioritas non pembangunan sarana prasarana kelurahan (PSPK) pembangunan drainase primer-sekunder satu sisi Perumahan Golden Land, Kelurahan Taman Baloi, Kecamatan Batam Kota diprioritaskan untuk tahun anggaran 2025 mendatang.
“Kita usahakan, tolong dikawal Pak Camat agar masuk sampai musrenbang tingkat Kota, dan kita anggarkan tahun 2025. Karena drainase ini sifatnya darurat, sementara silakan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk menurunkan alat berat guna melancarkan drinase,” ujar Jefridin di sela-sela musrenbang tingkat Kelurahan Taman Baloi.
Selain itu, pada usulan prioritas Kelurahan Taman Baloi masih terdapat banyak aset yang belum diserahkan kepada Pemerintah Daerah. Di antaranya, empat prasarana sarana utilitas umum (PSU), yang diusulkan untuk dikerjakan Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman, dan Pertamanan (Dinas Perakimtan) Kota Batam.
“Bapak dan Ibu, kalau aset belum diserahkan ke Pemda maka tidak bisa dianggarkan. Kita tidak boleh menggunakan anggaran, kalau asetnya masih milik perorangan atau developer,” tegas Jefridin.
Selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Batam, Jefridin menyampaikan, PSPK pada tahun 2025 merupakan program prioritas Walikota Batam, Muhammad Rudi. Oleh karena itu, pada tahun 2025 dianggarkan sebesar Rp3,5 miliar per kelurahan.
“Skala prioritas ini mohon dipahami dan dimengerti,” katanya. (asa)







