MOSKOW (Kepri.co.id – Xinhua) – Kementerian Luar Negeri Rusia pada Jumat (19/9/2025), menyatakan penyesalannya karena Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tetap tidak mampu menghentikan kekerasan dan penderitaan kemanusiaan di Jalur Gaza, akibat veto berulang kali oleh Amerika Serikat (AS).
“Ketidakmampuan Dewan Keamanan PBB untuk menghentikan pertempuran dan pembantaian serta mengakhiri penderitaan warga sipil sangat disesalkan dan mengecewakan,” demikian disampaikan pihak kementerian dalam pernyataan yang diterbitkan di situs web resminya.
Pada Kamis (18/9/2025), sekelompok anggota tidak tetap DK PBB kembali berusaha mengadopsi resolusi yang menyerukan gencatan senjata di Jalur Gaza, pembebasan sandera, dan akses bagi bantuan kemanusiaan.
Semua anggota DK PBB mendukung rancangan resolusi tersebut kecuali AS, yang menggunakan hak vetonya untuk ketujuh kalinya sejak eskalasi krisis.
Kementerian Luar Negeri menegaskan kembali bahwa posisi Rusia terkait konflik Israel-Palestina tetap konsisten. Meskipun mengecam serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, Moskow mengatakan insiden tersebut “tidak dapat dan tidak boleh digunakan sebagai dalih untuk hukuman kolektif terhadap warga Palestina atau untuk memicu perang yang lebih luas di Timur Tengah.”
Rusia percaya bahwa mencapai perdamaian dan keamanan yang sejati di daerah tersebut tidak mungkin tanpa penyelesaian yang adil atas masalah Palestina dan pemenuhan hak-hak dan aspirasi yang sah dari rakyat Palestina, tambah kementerian tersebut. (hen/ xinhua-news.com)
BERITA TERKAIT:
Diwarnai Unjuk Rasa dan Beda Pendapat Soal Palestina, Trump Akhiri Kunjungan ke Inggris
PM Australia Sebut Netanyahu Sengaja “Pungkiri” Penderitaan Warga Gaza
Eropa Kecam Rencana Pengambilalihan Gaza oleh Israel, Peringatkan Krisis yang Memburuk
Kanada Kecam Israel atas Bencana Kemanusiaan di Gaza
Belanda Akan Ambil Tindakan jika Israel Langgar Kesepakatan Akses Bantuan ke Gaza







