Hadapi El Nino Godzilla, Pemerintah Pastikan Kesiapan Cadangan Pangan dan Infrastruktur Pertanian Nasional

Hadapi El Nino Godzilla, Pemerintah Pastikan Kesiapan Cadangan Pangan dan Infrastruktur Pertanian Nasional
Keterangan pers Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman di Istana Merdeka Jakarta, pada Kamis (18/6/2026). (Sumber: BPMI Setpres)

JAKARTA (Kepri.co.id) – Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman di Istana Merdeka Jakarta, pada Kamis (18/6/2026).

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah memastikan ketersediaan stok pangan nasional serta kesiapan infrastruktur pertanian dalam menghadapi potensi dampak fenomena iklim El Nino Godzilla.

Dalam keterangannya usai pertemuan, Mentan Amran menjelaskan, cadangan beras nasional hingga Juni 2026 mencapai sekitar 5,2 juta Ton. Menurutnya, jumlah tersebut cukup memenuhi kebutuhan nasional dalam beberapa bulan ke depan.

”Kemudian beras di hotel, rumah, restoran, itu kurang lebih 12,5 juta Ton. Artinya dengan cadangan ini, tiga-tiganya, itu bisa 10-11 bulan ke depan. Kalau anggaplah yang terendah adalah 10 bulan ke depan, artinya Juli sampai April 2027 itu 10 bulan ke depan,” tambahnya.

Selain cadangan pangan, Menteri Amran menyampaikan, pemerintah juga telah memastikan kesiapan berbagai infrastruktur pertanian sebagai langkah mitigasi menghadapi risiko El Nino Godzilla. Upaya tersebut, meliputi pembangunan embung, irigasi pompa, sumur dalam, program pompanisasi, optimalisasi lahan, hingga pencetakan sawah baru.

”Kita sudah membangun embung, kemudian irigasi pompa, kemudian sumur dalam, kemudian pompanisasi, opla optimalisasi lahan, yaitu lahan rawa yang biasanya panen satu kali, jadi dua kali dan tiga kali. Kemudian cetak sawah kita lanjutkan. Ini semua bisa memitigasi risiko. Sekali lagi, Insya Allah untuk pangan aman,” jelasnya.

Pada sektor peternakan, Menteri Amran menuturkan, pemerintah terus menjaga stabilitas harga telur melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari peternak hingga Badan Gizi Nasional (BGN).

”Kami langsung telepon kepala BGN, menyampaikan kalau bisa dalam satu minggu biasanya konsumsi telur satu kali, bisa menjadi tiga kali termasuk ayam, sehingga harga mulai merangkak naik, dan itu kita sepakati semua,” tuturnya.

Lebih lanjut, Menteri Amran menjelaskan, pemerintah terus mempercepat program hilirisasi sektor hortikultura, termasuk komoditas kopi, kelapa, dan tebu. Selain itu, pemerintah akan melanjutkan penyaluran berbagai bantuan ke daerah, untuk mendukung percepatan pembangunan sektor pertanian.

”Kami sudah lakukan bersama teman-teman di 2025, kita lanjutkan 2026 dan 2027. Total luasan untuk petani itu adalah 870 ribu Hektare, termasuk tanah Papua, seluruh kabupaten di Papua,” jelasnya.

”Kami berikan bantuan di sana tahun ini Rp3,2 triliun, tahun lalu Rp2 triliun, totalnya Rp5,5 triliun lebih. Kami laporkan kepada Bapak Presiden, beliau mengatakan, lanjutkan bantuan ini. Ini bantuan langsung ke rakyat. Ini bantuan hibah, traktor, kemudian sawah, bahkan dari beberapa provinsi meminta cetak sawah ditambah, termasuk Papua Barat dan lain-lain. Ini kita tambah,” pungkasnya.

Dengan cadangan pangan yang kuat dan infrastruktur pertanian yang terus diperkuat, serta dukungan langsung kepada petani, pemerintah optimistis Indonesia mampu menghadapi ancaman El Nino Godzilla, sekaligus menjaga stabilitas pangan nasional dan kesejahteraan masyarakat. (asa)

BERITA TERKAIT:

Pengiriman Durian Beku Dorong Penguatan Kerja Sama Perdagangan Pertanian China-Indonesia

Indonesia-China Jajaki Kerja Sama di Bidang Pertanian hingga Peternakan

Menilik Hasil Kerja Sama Pertanian Padi antara China-Indonesia di Bali

Nilai Perdagangan Indonesia-China Terus Menguat, Naik 16 Persen pada Q1 2026

Indonesia-China Bahas Upaya Penguatan Perdagangan Sarang Burung Walet

Indonesia Diprediksi Alami Musim Kemarau yang Lebih Lama dari Biasanya