Lima Nikmat Dalam Hidup Saya

Ilustrasi

Penulis: Suqyan Rahmat

KALI ini, saya ingin berbagi tentang lima nikmat dalam hidup saya. Hal-hal penting yang sering tak kita sadari perannya dan baru terasa kepentingannya, saat sedang tak ada. Baiklah… inilah lima nikmat dalam hidup saya.

1. Tidur nyenyak dan bangun tidur dengan rasa segar

Tidur nyenyak sangat penting. Tidur nyenyak 10 jam semalam membuat badan saya terasa segar dan kepala saya ringan setelah bangun tidur. Memulihkan diri setelah sehari penuh bekerja.
Bisa tidur nyenyak bukanlah urusan gampang, diperlukan ruangan yang tenang, gelap, dan sedikit dingin supaya bisa tidur nyenyak. Banyak orang bisa membayar jutaan Rupiah supaya bisa tidur di hotel mewah, tapi belum tentu bisa memiliki tidur yang nyenyak selama semalam penuh.

Suqyan Rayhmat. (F. Dok Pribadi)

Oleh sebab itu, tidur nyenyak adalah nikmat yang sangat besar dalam hidup. Saya pribadi memerlukan 10 jam tidur, supaya bisa merasakan kesegaran dan kebugaran saat bangun tidur.
Dengan tidur yang nyenyak selama 10 jam, insya Allah saya bisa menjalani hari dengan cemerlang. Berpikir jadi lancar dan bergerak pun serba sedap. Perasaan pun bahagia.

2. Tinggal di lingkungan yang lengkap

Rumah saya tidak mewah tapi dekat menjangkau semua tempat yang sering diperlukan. Misalnya mau makan, banyak pilihannya. Mau nyetrika pakaian, juga dekat. Mau beli minyak kapak, apotek banyak. Mau gunting rambut, ada. Mau ganti oli, bengkel ada. Perlu semen, kedai semen juga ada.

Mau les bahasa inggris, ada. Mau jahit pakaian, ada juga. Mau beli kopi, kedai serba ada dekat. Untuk keperluan belanja pagi, pasar ikan juga ada di sini. Malam-malam mau makan mie Bangladesh atau ikan bakar, juga ada.

Ditambah lagi dengan sudah berdirinya Top 100, semakin membuat lingkungan di sini terasa lengkap. Terus mau beli sendal di Mega Mall, cuma 10 menit di perjalanan.

Mau ke Harbour Bay, juga tak terlalu jauh. Mau ke hospital juga lumayan dekat. Mau salat Jumat, mesjid juga dekat. Semuanya cenderung serba terjangkau. Syukur alhamdulillah.

3. Walikota orang Melayu

Batam adalah kota yang masyarakatnya beragam suku. Dengan keadaan Batam yang begini, kota yang isinya terdiri dari banyak perantau, mempunyai walikota seorang bersuku Melayu adalah satu kesenangan.

Apalagi, dengan jumlah Melayu yang hanya sekitar 27%, tentu ini adalah satu keadaan yang patut disyukuri. Meskipun memang wajar jabatan walikota dijabat orang Melayu, sebab Batam adalah wilayahnya Provinsi Kepulauan Riau.

Walaupun tak kenal, tapi tetap ada perasaan senang dengan keadaan ini. Sebab saya juga adalah anak orang melayu. Batam adalah tujuan utama perantau se-Sumatera dan se-Jawa di Indonesia, mampu memimpin Batam dan menjadikan Batam tenar se-Indonesia, adalah satu prestasi yang patut dibanggakan seumur hidup. Sebab, standar kejayaan Batam yang berbeda dengan kota-kota lainnya di Indonesia.

4. Air dan listrik tersedia

Kapan pun saya mau mandi, saya bisa mandi. Khususnya pagi dan sore. Sebab di rumah saya air bersih sering penuh. Walau sekali-sekali tak mengalir. Air sangat penting dalam kehidupan kita.

Untuk minum, untuk mandi, untuk mencuci, untuk menyiram bunga, untuk mengobati demam, dan lain-lain. Tak cukup air, serba lambat hidup kita.

Di rumah saya tersedia lima drum untuk menyimpan air cadangan, untuk persiapan saat air sedang tak ngalir. Sama dengan air, listrik juga senantiasa tersedia di rumah saya.

Dengan adanya listrik, saya bisa menonton tv, memasak nasi, mengisi baterai telepon, membuat kopi, memakai internet, dan kegiatan lainnya. 24 jam listrik di rumah adalah sebuah nikmat yang patut disyukuri. Sebab, di provinsi-provinsi lain masih banyak yang tak berlistrik. Pentingnya listrik baru dirasakan saat lampu mendadak mati.

5. Dua merk lokal yang membanggakan

Dari kecil saya sudah minum Teh Prendjak dan semenjak lulus kuliah, hampir setiap hari saya minum Kopi Kapal Tanker. Dua minuman ini adalah kebanggaan saya, sebab keduanya adalah asli hasil buatan provinsi saya.

Kantor pusat dan pabriknya ada di Tanjungpinang. Kedua nama ini telah menjadi bagian utama dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Kepulauan Riau, bahkan sangking kondangnya, dua minuman ini juga banyak dijual di provinsi-provinsi lain di Indonesia.

Meminum teh hasil buatan provinsi sendiri itu rasanya belasan kali lebih nikmat, apalagi tehnya memang sedap rasanya. Teh Prendjak cocok diminum saat sedang kelelahan dan di malam hari dua jam sebelum tidur. Atau saat setelah makan mi rebus di kedai kopi, saat dibuat jadi teh obeng. Sebab, lain yang membuat saya suka dengan dua merk ini adalah karena namanya keren. Ini menambah kebanggaan.

Demikianlah lima nikmat dalam hidup saya, sederhana tapi penting semuanya. Di lain waktu, saya akan menuliskan tentang hal-hal lain yang terpikirkan oleh saya. Sekali-sekali menulis yang ringan-ringan begini perlu juga saya rasa, untuk menjangkau semua kalangan.

Terima kasih kawan-kawan semua… semoga tulisan saya ini mencerahkan hari kalian dimanapun. Di Singapura, di Tokyo, maupun di New York. Salam dari Batam. ***

***)