BATAM (Kepri.co.id) – Libur Idul Adha 1447 H dimanfaatkan warga Malaysia dan Singapura, melancong ke Puncak Beliung Marina, Sabtu (30/5/2026).
“Kami satu keluarga, sengaja liburan lebaran ke Batam. Datang Jumat (29/5/2026) menginap di apartemen lebih murah dan bisa kumpul satu ruangan dengan satu keluarga,” ujar Lina, pelancong asal Johor Bahru, Malaysia.
Sabtu (30/5/2026), kata Lina, sarapan pagi di daerah Nagoya. Setelah itu, berangkat ke Barelang Bridge foto-foto dengan latar belakang Jembatan Barelang.
Puas foto-foto di Barelang Bridge, Lina dan keluarganya melancong ke Puncak Beliung Malaysia.
“Saye tahu Puncak Beliung lewat media sosial. Saye penasaran, dan ingin cobalah,” ujar Lina dengan logat Melayu Malaysia.
Selain dari Malaysia, James pelancong Singapura juga mengunjungi Puncak Beliung.
“Penasaran je. Tiket masuk Rp90 ribu, bisa melakukan permainan wahana di Puncak Beliung,” ungkap James.
Ada juga tiket masuk Rp110 ribu dan Rp140 ribu, tergantung banyaknya permainan yang dilakukan di Bukit Beliung.
Pantauan di lokasi wisata Puncak Beliung, banyak mobil wisata dan mobil pribadi parkir di lokasi Puncak Beliung. Bahkan, banyak pengunjung yang ke luar masuk.
Pengelola Puncak Beliung menyediakan pendopo lengkap dengan kursi duduk, disediakan bagi pengunjung yang tak masuk ke area permainan.
Di ruang tunggu pendopo tersebut, tersedia white board dengan tulisan panduan bagi tour guide berisi kata-kata yang bisa dipahami warga Tionghoa.
Seperti ni cong na lai artinya kalian dari mana asalnya, hui ni mer shangu artinya saya bawa ke atas, zanmen xian zai artinya yuk kita kumpul dulu, faiz hal artinya sini saya bantu foto kamu, jie jie artinya kakak perempuan, xiong di artinya abang laki-laki, wo ni huan khan zei artinya saya suka melihat kamu, dan lain-lain. (asa)







