ANAMBAS, Kepri.co.id – Koordinasi lintas negara Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna dan Maritime Rescue Sub-Centre (MRSC) Kuantan, Malaysia, berhasil mendukung pemulangan Bachtiar (61), nelayan asal Genting Pulur, Kabupaten Kepulauan Anambas, yang hanyut hingga perairan Malaysia.
Penjemputan berlangsung pada Sabtu (17/10/2026) di perbatasan perairan Indonesia dan Malaysia. Seluruh personel dan Bachtiar berhasil kembali ke Pelabuhan Letung, dalam keadaan selamat.
Keberhasilan tersebut, menunjukkan pentingnya komunikasi dan koordinasi antarlembaga dalam mendukung operasi pencarian dan pertolongan di wilayah perbatasan.
Melalui kesepakatan antara kedua negara, proses pemindahan Bachtiar dapat berlangsung di titik pertemuan yang telah ditentukan.
Koordinasi Lintas Negara Tentukan Titik Penjemputan
Kantor SAR Natuna melalui Pos SAR Anambas, mengerahkan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 Natuna dari Pelabuhan Letung, Kecamatan Jemaja, untuk menjemput Bachtiar.
Tim melaksanakan penjemputan pada pukul 12.00 WIB, di lokasi yang telah disepakati bersama pihak Malaysia.
Titik pertemuan berada pada koordinat 02°54.411’N 104°51.233’E, atau sekitar 51 mil laut dari Pelabuhan Letung. Kesepakatan lokasi tersebut, menjadi bagian penting dalam proses pemulangan nelayan dari perairan Malaysia menuju Indonesia.
Sebelum operasi berlangsung, Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman SE, juga menjalin koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas dan Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Langkah tersebut, mendukung kelancaran proses pemulangan Bachtiar ke Tanah Air.
Selain Kantor SAR Natuna, operasi ini melibatkan unsur TNI AL, Polri di Jemaja, Polairud Polres Kepulauan Anambas, Koramil, dan BPBD Anambas.
Sementara itu, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) turut berperan dalam rencana pengantaran pompong milik Bachtiar, dari perbatasan menuju Pulau Jemaja.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut, memperlihatkan pentingnya kerja sama menangani persoalan keselamatan pelayaran.
Terlebih, operasi berlangsung di kawasan perbatasan yang memerlukan komunikasi terkoordinasi antara pihak Indonesia dan Malaysia.
Basarnas Pastikan Personel dan Nelayan Selamat
Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman, menyampaikan, proses pemindahan Bachtiar dari Malaysia menuju Indonesia, telah terlaksana dengan baik.
Seluruh personel yang terlibat bersama nelayan tersebut, berhasil kembali dengan selamat.
“Proses pemindahan atau pemulangan saudara Bachtiar, dari Malaysia menuju Indonesia, telah terlaksana dan seluruh unsur yang tergabung berhasil tiba kembali. Baik personel maupun korban, semua dalam keadaan selamat dan sehat, serta aset laut yang dipergunakan yaitu RIB 02 Natuna milik Kantor SAR Natuna, dalam keadaan aman hingga tiba di Pelabuhan Letung, Jemaja,” ungkap Abdul Rahman.
Ia mengaku bersyukur, karena Bachtiar kini dapat kembali berkumpul dengan keluarganya. Namun, peristiwa tersebut menjadi pengingat mengenai risiko yang dihadapi nelayan, ketika menghadapi keadaan darurat di laut tanpa perlengkapan memadai.
Berdasarkan keterangan Abdul Rahman, Bachtiar terombang-ambing di laut selama lima hari. Kondisi tersebut, menjadi perhatian bagi para nelayan, agar mempersiapkan perlengkapan keselamatan sebelum melaut.
Abdul Rahman mengingatkan pentingnya radio komunikasi, perangkat navigasi seperti GPS, penerangan yang memadai, serta alat keselamatan lainnya.
Ia juga meminta nelayan, selalu memperhatikan informasi dan imbauan cuaca di perairan sekitar.
“Membayangkan selama lima hari terombang-ambing di laut, tanpa kesiapan, tidak ada radio komunikasi, tidak ada GPS, hingga mungkin penerangan yang tidak memadai bukanlah hal mudah. Kami mengingatkan dan mengimbau, agar ketersediaan radio komunikasi, alat navigasi, dan alat keselamatan di laut lainnya menjadi hal wajib. Selalu perhatikan imbauan cuaca di perairan sekitar, agar terhindar hal-hal yang tidak diinginkan,” tutupnya.
Abdul Rahman turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, dalam proses pemulangan tersebut.
Keberhasilan ini, bagian dari komitmen Basarnas dalam memberikan pelayanan pencarian dan pertolongan, termasuk di wilayah perbatasan utara Indonesia.
Kerja sama antara Indonesia dan Malaysia dalam penanganan kejadian ini, memperlihatkan peran penting koordinasi lintas negara, mendukung keselamatan manusia di laut.
Bagi masyarakat nelayan Kepulauan Anambas, kesiapan alat keselamatan dan komunikasi tetap menjadi langkah mendasar, mengurangi risiko saat beraktivitas di perairan. (LS)
BERITA TERKAIT:
Pemulangan Nelayan Anambas yang Ditemukan di Tioman, Masih Dikoordinasikan dengan Malaysia








