BATAM (Kepri.co.id) – Perubahan global yang mengarah pada serba digital, menjadi keniscayaan bagi industri media siber. Sebagai pilar demokrasi, media siber harus mengedepankan etika pers agar tetap eksis di tengah persaingan sesama bisnis media siber.
Perubahan teknologi yang cepat, kompetisi yang semakin keras, serta menurunnya tingkat kepercayaan publik menjadi ujian serius bagi keberlangsungan perusahaan pers di daerah.
Kondisi tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi (Rakor) sekaligus Pra Rapat Kerja (Raker) Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Tahun 2026 yang digelar di Hotel Golden View, Batam Sabtu (17/1/2026).
Rakor ini mengusung tema ”Media Sehat, Bisnis Kuat”, sebagai penegasan arah perjuangan media siber agar tetap profesional dan berkelanjutan.
Penasihat SMSI Kepri, Rival Pribadi yang juga Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Kota Batam tampil sebagai salah satu narasumber dalam rakor yang dihadiri pengurus SMSI Kabupaten/ Kota se-Provinsi Kepri tersebut.
”Media siber hari ini bukan hanya pelaku bisnis, tetapi penentu kualitas ruang publik. Jika media tidak sehat—secara manajemen maupun etika—maka yang rusak bukan hanya industrinya, tetapi juga demokrasi,” tegas Rival.
Ia menilai konsolidasi yang dilakukan SMSI Kepri menjadi langkah strategis, untuk memastikan media tidak terjebak pada pragmatisme ekonomi semata, namun tetap berpijak pada kode etik jurnalistik dan kepentingan publik.
”Negara dan daerah membutuhkan media yang independen dan sehat. Karena itu, penguatan organisasi pemilik media seperti SMSI sangat relevan,” tambahnya.

Ketua SMSI Kepri, Rinaldi Samjaya, dalam pemaparannya menegaskan, media siber saat ini berada di fase transisi besar yang menuntut perubahan cara pandang dan cara kelola.
”Media adalah institusi bisnis berbasis kepercayaan. Tanpa integritas, profesionalisme, dan soliditas antar pemilik media, sulit bagi perusahaan pers untuk bertahan, apalagi berkembang,” ujarnya.
Ia menambahkan, rakor dan pra-raker ini menjadi forum untuk merumuskan program kerja SMSI Kepri 2026 yang bertumpu pada lima pilar utama: penguatan organisasi, perusahaan pers, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan konten, pengembangan bisnis media, serta advokasi dan ekosistem pers yang sehat.
Sementara itu, Bupati Kepulauan Anambas, Aneng yang juga Penasihat SMSI Provinsi Kepri tampil sebagai narasumber dalam rakor sekaligus pra raket ini, mengingatkan pentingnya kebersamaan dalam organisasi.
”Kemajuan hanya bisa dicapai, jika kepentingan bersama diletakkan di atas kepentingan pribadi. Media dan pers yang sehat akan lebih dipercaya dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” ujar Aneng.
Rakor SMSI Kepri 2026 ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga marwah pers, memperkuat profesionalisme perusahaan media, serta membangun ekosistem media siber yang sehat, independen, dan berkelanjutan di Kepulauan Riau.
Turut hadir dari jajaran penasihat SMSI Kepri, pengusaha Batam yang juga merupakan Ketua Afiliasi Pengusaha Valuta Asing (APVA) Indonesia, Datok Amat Tantoso, Toto Sumito yang merupakan advokat dan praktisi hukum di Batam, serta Parna Simarmata selaku Ketua Dewan Kehormatan PWI Kepri. (asa)
BERITA TERKAIT:
SMSI Rumuskan Sikap Kebangsaan, Teguhkan Peran Pers untuk Persatuan Bangsa
SMSI Kepri Resmi Dipimpin Rinaldi Samjaya, Tingkatkan Daya Saing di Dunia Digital
Gejolak Global, Datok Amat Tantoso: Media Harus Jeli Baca Peluang dan Dukung Kondusivitas Ekonomi







