Gejolak Global, Datok Amat Tantoso: Media Harus Jeli Baca Peluang dan Dukung Kondusivitas Ekonomi

Datok Amat Tantoso (bertanjak) foto cuan dengan dengan pengurus SMSI Provinsi Kepri dan SMSI Kabupaten/ Kota se-Kepri usai tampil sebagai narasumber pada rakor sekaligus pra raker SMSI Provinsi Kepri di meeting room Hotel Golden View Bengkong, Batam, Sabtu (17/1/2026). (F. Rud)

BATAM (Kepri.co.id) – Rapat Koordinasi (Rakor) Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Sabtu (17/1/2026) di meeting room Golden View Hotel Batam, menghadirkan Datok Amat Tantoso selaku tokoh nasional yang juga pengusaha sukses Batam.

Datok Amat Tantoso yang juga Ketua Umum Afiliasi Penukaran Valuta Asing (APVA) Indonesia serta salah satu Dewan Penasihat SMSI Provinsi Kepri, tampil sebagai salah satu pembicara pada rakor sekaligus pra rapat kerja (raker) yang dihadiri pengurus SMSI Kabupaten/ Kota se- Kepri tersebut.

Datok Amat Tantoso dalam pemaparannya, membuka cakrawala peserta rakor bahwa lanskap tatanan global sedang tidak baik-baik saja. Dinamika tatanan global ini, dipengaruhi geopolitik, perang tarif dagang, perlambatan ekonomi, bahkan konflik antar negara. Begitu juga situasi politik nasional, terus bergerak.

”Industri media siber dituntut tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu membaca dan memanfaatkan peluang yang ada,” ujar Datok Amat Tantoso.

Menurut Datok Amat Tantoso, perubahan global harus disikapi melalui rakor atau raker, bagaimana mencari cara membuka ruang baru bagi perusahaan media yang mampu beradaptasi dan berpikir strategis.

”Situasi geopolitik, ekonomi, dan politik nasional hari ini memang penuh tantangan. Tapi, bagi perusahaan pers yang jeli, ini sekaligus peluang. Media harus mampu membaca arah, memahami kebutuhan pasar, dan menempatkan diri secara tepat,” ujar Datok Amat Tantoso.

Sebagai pengusaha, ia menekankan bahwa media siber tidak bisa lagi bergantung pada pola lama. Inovasi model bisnis, kolaborasi lintas sektor, serta efisiensi manajemen menjadi kunci agar media tetap relevan dan berdaya saing.

”Dalam dunia usaha, mereka yang bertahan adalah yang adaptif. Media juga demikian. Profesionalisme, kredibilitas, dan kemampuan membaca peluang ekonomi akan menentukan masa depan perusahaan pers,” tegasnya.

Datok Amat Tantoso menyatakan dukungan penuhnya terhadap keberadaan pers yang sehat dan independen. Menurutnya, pers memiliki peran strategis tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai penopang stabilitas sosial dan iklim usaha.

”Pers yang kuat dan bertanggung jawab akan menciptakan kepastian informasi. Itu penting bagi dunia usaha, investasi, dan kepercayaan publik. Karena itu, saya mendukung penuh penguatan media yang profesional dan beretika,” katanya.

Di penghujung pemaparannya, media harus mendukung kondusivitas ekonomi sehingga sektor-sektor industri bertumbuh. Bertumbuhnya sektor ekonomi tersebut, mampu menyerap tenaga kerja, menyumbang pendapatan asli daerah (PAD), pajak atau retribusi.

Rakor SMSI Kepri 2026 yang mengusung tema ”Media Sehat, Bisnis Kuat” tersebut, menjadi forum konsolidasi pemilik media siber dalam merespons tantangan zaman. Berbagai isu strategis dibahas, mulai dari transformasi manajemen, kualitas konten, hingga keberlanjutan bisnis media.

Gejolak Global, Datok Amat Tantoso: Media Harus Jeli Baca Peluang dan Dukung Kondusivitas Ekonomi
Pimpinan sidang rakor sekaligus pra raker SMSI Provinsi Kepri, Anwar Saleh Harahap (kanan) menyerahkan hasil-hasil rakor sekaligus pra raker SMSI Provinsi Kepri kepada Ketua SMSI Provinsi Kepri, Rinaldi Samjaya di meeting room Hotel Golden View Bengkong, Batam, Sabtu (17/1/2026). (F. Rud)

Ketua SMSI Provinsi Kepri, Rinaldi Samjaya yang mendampingi Datok Amat Tantoso, menegaskan, media siber saat ini berada pada fase transisi besar yang menuntut perubahan cara pandang dan tata kelola.

”Media adalah institusi bisnis berbasis kepercayaan. Tanpa integritas dan profesionalisme, sulit bagi perusahaan pers untuk bertahan di tengah kompetisi yang makin ketat,” ujarnya.

Rakor ini juga dihadiri penasihat SMSI Kepri lainnya, yakni Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas Aneng, Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Batam Rival Pribadi, praktisi hukum Toto Sumito dan Ketua Dewan Kehormatan PWI Kepri, Parna Simarmata serta Ketua PWI Batam, M Khavi Anshary.

Usai pemaparan pembicara, rakor sekaligus pra raker SMSI Provinsi Kepri tersebut, dilanjutkan sidang-sidang membahas program kerja yang dipimpin Wakil Ketua SMSI Provinsi Kepri, Anwar Saleh Harahap.

Ada lima pilar program kerja yang dibahas dalam rakor sekaligus pra raker SMSI Provinsi Kepri tersebut, untuk kelangsungan dan kemajuan media siber di bawah kepengurusan SMSI Provinsi Kepri.

Rakor SMSI Kepri 2026 ditutup dengan komitmen bersama untuk membangun ekosistem pers yang sehat, adaptif terhadap perubahan global, serta mampu tumbuh sebagai entitas bisnis yang profesional dan berkelanjutan di Provinsi Kepri. (asa)

BERITA TERKAIT:

Harapan SMSI Tahun 2026: Podcast Menjadi Institusi Pers 

SMSI Kepri Resmi Dipimpin Rinaldi Samjaya, Tingkatkan Daya Saing di Dunia Digital

Mantan Wapres KH Ma’ruf Amin jadi Dewan Penasihat SMSI, Perkuat Arah Moral Media Siber Indonesia