Anggota DPR Partai Republik AS Berupaya Makzulkan Menteri Perang AS Terkait Perang Iran

Menteri Perang Amerika Serikat (AS), Pete Hegseth berbicara dalam konferensi pers di Gedung Putih di Washington DC, AS, pada 6 April 2026. (F. Xinhua/Li Yuanqing)

WASHINGTON (Kepri.co.id – Xinhua) – Thomas Massie, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, pada Selasa (15/9/2026) mengajukan pasal-pasal pemakzulan terhadap Menteri Perang AS, Pete Hegseth terkait perang melawan Iran dan perilakunya selama menjabat.

Saat berbicara di hadapan sidang DPR, anggota parlemen asal Kentucky tersebut, menuduh Hegseth melakukan “kejahatan berat dan pelanggaran hukum,” menuding Hegseth melanggar Resolusi Kewenangan Perang tahun 1973, mengabaikan arahan Kongres untuk mengakhiri keterlibatan militer AS dalam konflik Iran, tidak mematuhi undang-undang yang bertujuan meminimalkan korban sipil, serta mengizinkan atau mengatur serangan di luar proses hukum terhadap orang-orang yang diduga sebagai penyelundup narkoba.

Massie juga menuduh Hegseth menyalahgunakan wewenang jabatannya, dengan dugaan bahwa Hegseth melancarkan tindakan balasan terhadap pihak-pihak yang mengkritik pemerintahan Trump karena menggunakan hak kebebasan berpendapat mereka.

Perang melawan Iran, yang kini memasuki bulan ketujuh, semakin ditentang publik AS, sehingga meningkatkan tekanan terhadap para anggota parlemen dari Partai Republik.

Namun, belum jelas berapa banyak anggota Republik lainnya yang akan bergabung dengan Massie dan Demokrat dalam mendukung usulan pemakzulan tersebut.

Langkah Massie tersebut, diambil pada hari yang sama saat The Hill melaporkan, Pentagon memberi tahu Kongres bulan lalu soal biaya perang melawan Iran yang telah melonjak hingga melampaui 42 miliar Dolar AS (1 Dolar AS = Rp17.687), naik 4,5 miliar Dolar AS dari perkiraan sebelumnya yang dipublikasikan Departemen Perang AS.

DPR AS diperkirakan menindaklanjuti usulan Massie paling lambat pada Kamis (17/9)2026), sehingga para anggota legislatif hanya memiliki sedikit waktu untuk mempertimbangkannya.

Dewan tersebut dijadwalkan, untuk menangguhkan sidang pada akhir pekan ini, guna menjalani masa reses musim gugur rutin menjelang pemilihan umum sela pada November.

Langkah Massie ini, menandai upaya pemakzulan kedua terhadap Hegseth, menyusul resolusi enam pasal yang diajukan oleh para anggota DPR dari Partai Demokrat pada April lalu. (hen/ xinhua-news.com)

Exit mobile version