TANJUNGPINANG (Kepri.co.id) – Meski Kota Tanjungpinang diguyur hujan lebat pada Jumat (14/3/2025) sore, tak menyurutkan semangat Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor), Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Tanjungpinang membagikan takjil kepada pengendara.
Bahkan, dalam kurun waktu 15 menit ludes terbagikan kurang lebih ribuan bungkus paket takjil. Aksi bagi takjil di bulan Ramadan sudah menjadi ajang sosial paling disenangi, bagi kaum Nadhiliyin Kota Tanjungpinang.
“Kita akan bagikan setiap Jumat. Selain Jumat hari baik, ada pahala berlipat hadiah dari Allah bagi yang bersedekah,” ujar Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Tanjungpinang Timur, Moch Sidiq.
Menurutnya, guyub untuk rutinan takjil ini memang sudah direncanakan bersama Banser. Bahkan, dari Ikatan Pelajar, Pemuda dan Pemudi Nahdlatul Ulama (NU), muslimat NU dan dari SMSI Tanjungpinang ikut bergabung Jumat berkah berbagi takjil.
“Jumat depan aksi ketiga kita bisa lebih banyak, dan donasi tetap dilanjutkan oleh pengurus. Kami ucapkan terima kasih atas bantuannya,” ujarnya.
Koordinator lapangan berbagi takjil, Sarpandi, mengatakan, rutinan takjil ini minimal membagi takjil sekitar 300 bungkus, pertama dari swadaya kaum muda Ansor dan Banser.
“Pemberian pertama berada di simpang Bazar Ganet dan kedua di pom bensin batu 10,” ujar Moch Sidiq.

Terpisah, kegiatan bagi takjil juga terpantau di kawasan batu 7 Depan Sekolah Swasta Kinarya Grasia.
Ratusan takjil digagas oleh kelompok pendidik dan pengelola pendidikan anak usia dini (PAUD) terhimpun dalam gugus jambu ini, juga berjalan lancar dan disambut hangat masyarakat.
“Kami bersyukur di tengah deras hujan, tak mengurangi semangat kawan-kawan pengelola dan pendidik PAUD. Begitu juga penerima takjil bersemangat. Semoga berkah dan berlimpah berkat dari Tuhan,” ujar Dra Etty Enmeisye, selalu ketua gugus.
Etty mengatakan, acara ini cukup baik, di tengah Ramadan dan memperlihatkan silaturahmi dan romantisme warga Tanjungpinang untuk saling mendukung kegiatan keagamaan.
“Toleransi terjalin baik, meski kami dari golongan Kristiani, tapi kami merasa Ramadan juga bulan baik dan melihat ibadah kaum muslim itu sudah biasa. Kita bersama dan bersaudara, ini baik untuk ke depan bagi anak-anak didik kami,” katanya.
Dikesempatan yang sama, Ketua SMSI Tanjungpinang, Devi Yanti Nur, merasakan guyub saling toleransi dan moderasi beragama dan isi sosial di Tanjungpinang sangat terjaga.
“Kita di sini berbagai agama, suku, bangsa dan etnis. Ketika Ramadan, ya saling dukung. Ketika Natal dan Imlek juga begitu, masyarakat sangat kekeluargaan, inilah keunikan dan kelebihan Kota Tanjungpinang,” ujar Devi.
Menurutnya, meski Tanjungpinang ini disebut kota syiar Islam, namun Kota Tanjungpinang ini bisa dikatakan pemersatu, sebab toleransi amat tinggi antar sesama
“Keseimbangan dan keunikan ini bisa jadi kekuatan kota ini. Filsuf sejarah yaitu pahlawan nasional Raja Ali Haji menginspirasinya, untuk menyatukan kita semua dengan Bahasa Indonesia melalui Bahasa Melayu,” ujar Devi.
“Hingga sekarang, saya pikir kehidupan seperti ini, merupakan keunikan kota ini dan ciri khasnya sangat kekeluargaan. dalam bingkai ke-Melayu-an yang sangat berkarakter dan bermartabat,” nilainya.
Devi berpesan, semoga ini bisa jadi kebiasaan baik yang diturunkan oleh anak anak masa depan, di balik pembagian takjil yang luar biasa di Kota Tanjungpinang. (zek)







