Kremlin: Rusia akan Bentuk Tim Negosiasi Berunding dengan AS

Kremlin: Rusia akan Bentuk Tim Negosiasi Berunding dengan AS
Foto yang diabadikan pada 11 Mei 2024 ini, memperlihatkan Kremlin di Moskow, Rusia. (F. Xinhua/Alexander Zemlianichenko Jr)

MOSKOW (Kepri.co.id – Xinhua) – Rusia mulai mempersiapkan tim negosiasi untuk perundingan mendatang dengan Amerika Serikat (AS), kata Juru Bicara (Jubir) Kremlin, Dmitry Peskov pada Kamis (13/2/2025).

Jubir Kremlin tersebut mengonfirmasi upaya sedang dilakukan, guna membentuk delegasi untuk negosiasi mendatang dengan pihak AS, termasuk mengenai situasi di Ukraina.

Baca Juga: Kremlin: Dialog Putin-Trump Memungkinkan untuk Dilakukan Tanpa Prasyarat

Dia mengatakan, Kremlin menganggap perlu untuk segera menyelenggarakan pertemuan antara Presiden Rusia, Vladimir Putin dan Presiden AS, Donald Trump.

“Ada kebutuhan agar pertemuan semacam itu segera diadakan. Para kepala negara punya banyak hal untuk dibicarakan. Ada banyak topik dalam agenda, yang kemarin dibahas secara singkat dalam percakapan telepon,” imbuh Peskov.

Baca Juga: Kremlin: Persetujuan AS terhadap Penggunaan Rudal Jarak Jauh oleh Kiev di Wilayah Rusia akan Perpanas Konflik

Namun demikian, dia mengatakan masih terlalu dini untuk menetapkan tanggal, mengingat persiapan untuk menyelenggarakan pertemuan baru akan dimulai dalam beberapa hari ke depan.

Pada saat yang sama, dia mengklarifikasi bahwa belum ada pembicaraan substantif mengenai Ukraina yang dilakukan sejauh ini.

Baca Juga: Kremlin Sebut Tindakan Barat Akan Pengaruhi Pembaruan Doktrin Nuklir Rusia

“Belum ada kontak substantif di tingkat kerja. Kehendak politik para kepala negara telah diungkapkan, dan instruksi telah diberikan, tetapi ini terjadi kemarin malam di Moskow. Oleh karena itu, kita perlu sedikit bersabar,” ujar Peskov.

Putin dan Trump melakukan pembicaraan via sambungan telepon, selama 90 menit pada Rabu (12/2/2025).

Baca Juga: Moskow Bertekad Respons Penempatan Pangkalan Pertahanan Rudal AS di Polandia

Mereka membahas situasi di Ukraina dan penyelesaian konflik secara damai, serta Timur Tengah dan hubungan ekonomi bilateral di antara topik-topik lainnya. (amr/ xinhua-news.com)

Exit mobile version