Kenapa ke Paris?

Oleh: Abang Mat

Paris adalah kota tercantik di dunia. Tak perlu persetujuan dari banyak orang, inilah yang ada di dalam pandangan saya. Dan ini adalah pandangan yang tak pernah berubah, sejak pertama kali saya menulusurinya di Google. Termasuk di film dan majalah. Tapi bukan ini satu-satunya sebab saya ingin ke Paris. Ada banyak sebab, inilah sebab-sebabnya.

1. Saya suka dengan keberadaan orang-orang arab dari Maghribi di Prancis, dengan semua fenomena yang terjadi dalam kehidupan mereka di Prancis. Yang terutama adalah pelarangan pemakaian burqa dan niqab. Kemudian pelarangan pembangunan menara mesjid. Dua persoalan inilah yang umum terjadi di Prancis.

Selain itu, saya suka dengan timnas Prancis yang diisi pemain-pemain yang berasal dari tiga negara di afrika utara. Contohnya Karim Benzema, Hatem Ben Arfa, dan Samir Nasri. Rasanya negara ini menjadi sangat memikat dalam perasaan saya.

Prancis adalah negara barat yang paling baik dengan umat Muslim. Harapan saya, semoga tahun baru Hijriah dijadikan satu hari libur khusus untuk umat Muslim di Prancis.

2. Prancis adalah kekaisaran terbesar kedua di dunia pada masa penjelajahan Eropa. Wilayahnya tersebar dari Caribia sampai Pasific. Paling banyak di Afrika. Sepertiga benua Afrika adalah bekas wilayah kekaisarannya, yang beribukota di Paris. Kecuali di Aljazair, Prancis menjajah Afrika hampir satu abad. Jajahan prancis kegemaran saya adalah Maroko, Aljazair, dan Tunisia.

Saya merasa terlalu sebentar keberadaan Prancis di tiga negara istimewa ini. Di kawasan CFA, pengaruh Prancis masih sangat kokoh. Di Kanada, ada wilayah yang masyarakat umumnya adalah keturunan dari pendatang Prancis di Amerika Utara yang datang sejak abad 16. Wilayah ini bernama Quebec, wilayah tertua di Kanada. Di sini, bahasa dan budaya Prancis masih dipakai sampai hari ini.

3. Banyak orang menganggap bahasa Prancis adalah bahasa cinta, bahasa paling romantis di dunia. Saya rasa itu tidak salah. Mendengar bahasa Orancis rasanya seperti mendengar musik yang memikat. Bahasa Prancis adalah bahasa resmi di 29 negara dan satu dari dua bahasa resmi di Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Bahasa Prancis paling banyak dituturkan di Afrika. Saya suka saat mendengar orang-orang Afrika bercakap dengan bahasa Prancis, karena di satu sisi itu melambangkan kedigdayaan Prancis. Orang-orang Afrika bangga memakai bahasa Prancis dalam kehidupan sehari-hari mereka, bahkan sampai di lagu-lagu kebangsaan mereka juga dinyanyikan dengan bahasa Prancis. Saya sangat bangga dengan kenyataan ini. Saya ingin ini abadi.

4. Hal utama yang membuat saya menyukai Paris adalah arsitektur gedung-gedungnya. Bukan hanya taman-tamannya, jalan-jalannya, kedai kopinya, nuansanya, dan lambang kotanya. Paris adalah pusatnya gedung-gedung lama di Eropa, yang merupakan peninggalan dari beragam zaman. Mulai dari gothic sampai classic. Ini disebabkan suku Prancis yang banyak menghasilkan arsitek-arsitek hebat. Contoh utamanya adalah menara Eiffel yang dirancang oleh Alexander Gustav Eiffel. Karya seni yang sempurna dilihat pada malam hari, dengan kilauan cahayanya. Sangat memukau pandangan.

Menara ini menjadi lambang kemajuan teknologi Prancis dan menjadi lambang Paris sebagai kota cinta. Tak tertinggal juga, gedung-gedung modernnya yang berkumpul di La Defense.

5. Paris adalah pusat mode dunia. Gelar ini sudah dipegang sejak abad 19 dan berakar pada abad 16. Perancang-perancang busana legendaris dunia, banyak berkiprah di kota ini. Mulai dari Chanel, Dior, Lanvin, Pierre Cardin, dan YSL contohnya.

Citra Paris sebagai pusat mode dunia, tak pernah bisa dijangkau pesaing-pesaingnya. Minggu mode Paris adalah pagelaran mode terpenting bagi para pecinta mode dunia. Dilaksanakan setahun dua kali dan dihadiri banyak tokoh-tokoh termashyur dunia. Mulai dari bangsawan, saudagar, sampai seleb-seleb dunia.

Bagi banyak orang dari kalangan istimewa, memiliki karya perancang-perancang asli Prancis adalah satu kebanggaan. Champs Elysees adalah tempat utama untuk melihat pajangan karya terbaru semua perancang ini.

Demikianlah lima sebab yang membuat saya berminat ke Paris. Lima ini sudah cukup mewakili diri saya. Paris adalah kota yang tak ada duanya. Lambangnya bisa ditiru di Tokyo, tapi tak ada yang sebernilai dengan yang aslinya.

Di Paris lah tokoh-tokoh legendaris seperti Rene Descartes, Victor Hugo, dan Vincent Van Gogh menghabiskan bercangkir kopi untuk memikirkan karya-karya mereka. ***

Penulis adalah perancang Undang-Undang Dasar Riau. Gajah adalah hewan yang paling lucu di matanya. Melihat monumen Averroes langsung di pusat filsafat dunia adalah agenda dambaannya.

Exit mobile version