Staf Pegadaian Batam Tersandung Dugaan Tipikor

Staf di Bagian Administrator dan Penjualan PT Pegadaian (Persero) Kantor Area Batam, Siti Hasniah memakain rompi pink tersangka dugaan tipikor menuruni tangga Kejari Batam, Selasa (12/9/2023). (F. now)

BATAM (Kepri.co.id) – Staf di Bagian Administrator dan Penjualan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Pegadaian (Persero) Kantor Area Batam, Siti Hasniah (30), tersandung tersangka dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) pengelolaan anggaran pemasaran tahun anggaran (TA) 2018 sampai 2021, Selasa (12/9/2023).

Penetapan tersangka terhadap wanita kelahiran Batam tersebut, dilakukan berdasarkan hasil penyelidikan maupun surat perintah penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Batam Nomor: PRINT-2130/L.10.11/Fd.2/06/2023 tanggal 12 Juni 2023.

Kemudian, Tim Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam akhirnya mengumpulkan bukti berupa keterangan saksi dengan jumlah 30 orang, dari unsur di internal PT Pegadaian Kantor Area Batam.

“Maka berdasarkan hal itu, akhirnya pihak Kejari Batam menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka,” ujar Kasi Penkum Kejati Kepri, Denny Anteng Prakoso SH MH.

BACA JUGA:   Ketua Umum Pemuda Batam Bergabung ke Demokrat

Modus operandi yang dilakukan tersangka Siti Hasniah, melakukan proses pengadaan dan pembelian yang bersumber dari anggaran pemasaran, dengan melakukan pembelanjaan fiktif dan juga dinaikkan harganya (mark up).

Di mana, papar Denny, tersangka membuat surat otorisasi perintah pencairan dari deputi dengan memalsukan (scan) tanda tangan, maupun bukti pertanggungjawaban palsu atau data dukung tidak sesuai fakta sebenarnya.

Bahkan, melakukan pemalsuan kwitansi dan surat pihak vendor, sedangkan untuk pengadaan dan pembelian juga diduga mark up.

“Siti Hasniah melakukan pengadaan/ pembelian, dengan volume yang kurang ataupun harga yang tak sesuai harga yang ditagihkan pihak vendor atau pihak penyedia dalam kegiatan pemasaran,” terangnya.

BACA JUGA:   BP Terapkan Perubahan Tarif Parkir Pelabuhan Domestik, Mulai 15 April Mendatang

Adapun rekanan/ penyedia barang/ vendor dengan PT Pegadaian area Batam adalah CV ISD yaitu sebuah percetakan spanduk, signboard, dan lain-lain, literasi/ kegiatan sosialisasi di sekolah-sekolah dan tempat pengajian, belanja makan minum, dan kegiatan di intansi pemerintah.

“Sebelumnya, Siti Hasniah juga telah melakukan penunjukan secara pribadi kepada pihak vendor,” papar Kasi Penkum Kejati Kepri.

Tersangka mengelola keuangan anggaran pemasaran di PT Pegadaian Kantor Area Batam. Khususnya dalam hal pencairan anggaran dan melakukan belanja/ kegiatan serta mempertanggungjawabkan atas belanja pemasaran yang dilakukan.

Berdasarkan bukti dari keterangan para saksi kurang lebih 30 orang dan didukung data/ dokumen, beserta keterangan ahli serta hasil audit investigasi terhadap kerugian keuangan negara yang telah didapat tim penyidik.

BACA JUGA:   Kapolda Ajak Masyarakat Dukung Rempang Eco-City

Sebagaimana laporan hasil audit penghitungan kerugian negara atas dugaan tipikor pengelolaan anggaran di PT Pegadaian Kantor Area Batam pada Kantor Wilayah II Pekanbaru tahun 2018-2021, oleh Auditor KDP Padang II dan KDP Batam I, PT Pegadaian sebagaimana surat nomor 72/00496.00/2023 tanggal 7 September 2023 diperoleh nilai kerugian keuangan negara Rp1.181.723.737.

“Penyidik Pidsus Kejari Batam berkomitmen mendukung secara profesional dan bekerja secara profesional, terhadap program pemerintah pusat Kementerian BUMN dan Kejaksaan Agung, dalam upaya bersih-bersih dari praktik korupsi yang terjadi di tubuh BUMN,” ujar Denny Anteng. (now)