Sumbang Investasi 7,12 Juta Dolar AS, Negara Eropa Mulai Lirik Batam Tujuan Investasi

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi (kiri) didampingi Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait mendengarkan pemaparan delegasi investor Eropa di Marketing Centre BP Batam, baru-baru ini. (F. dok humas bp batam)

BATAM (Kepri.co.id) – Sejumlah negara Eropa mulai mendominasi kegiatan investasi di Kota Batam. Hal ini dapat dilihat dari data realisasi investasi Kota Batam pada Triwulan 1 Tahun 2023.

Data yang bersumber dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), terdapat delapan negara dari Benua Biru, yang berkontribusi dalam peningkatan realisasi investasi penanaman modal asing (PMA) di Kota Batam.

Baca Juga: Banyak Rencana Investasi Masuk,Rudi Berkomitmen Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi Batam

Kedelapan negara tersebut yakni Norwegia, Finlandia, Swiss, Inggris, Belanda, Jerman, Luxembourg, dan Perancis. Kedelapan negara Benua Biru itu menyumbangkan investasi kuartal I Kota Batam sebesar 7,12 juta dolar AS dengan 55 proyek.

BACA JUGA:   Samakan Persepsi Pelaksanaan Pemilu 2024

Benua Eropa menduduki peringkat kedua dalam kontribusinya, dalam realisasi investasi PMA setelah negara-negara dari Asia.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi foto bersama delegasi investor Eropa di Marketing Centre, baru-baru ini, (F. dok humas bp batam)

Kepala Badan Pengusahaan Batam (BP Batam), Muhammad Rudi, mengatakan, minat investor Eropa berinvestasi di Kota Batam terus berlanjut.

Dalam dua bulan belakangan ini, sejumlah negara-negara Eropa seperti Turki, Denmark hingga Belarusia telah menyatakan minatnya berinvestasi di Kota Batam.

BACA JUGA:   Desa Resun Dicanangkan Desa Wisata Ramah Perempuan dan Anak

“Sudah banyak dari mereka yang minat investasi di Batam. Ada yang datang langsung ke BP Batam, melalui kedutaan, asosiasi pelaku usaha hingga zoom meeting,” ujarnya.

Kota Batam dilirik sebagai tujuan investasi dari negara-negara Eropa, tak terlepas dari pembangunan infrastruktur yang digalakkan beberapa tahun belakangan ini.
 
Pembangunan infrastruktur merupakan kunci utama, agar suatu daerah bisa maju dan modern. Infrastruktur harus dalam kondisi prima. Hal ini bertujuan, membuat siklus perekonomian berjalan lancar.
 
Berbagai pembangunan yang dilakukan hingga saat ini, berdampak pada pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,85 persen di tahun 2022 lalu.
 
“Saya kembangkan ini, agar ekonomi Batam semakin maju lagi. Kalau sudah maju, masyarakat akan memiliki kesempatan lebih baik. Pesan saya, masyarakat jangan jadi penonton, mari kita sambut pembangunan ini,” tegas Rudi. (asa)