NANNING (Kepri.co.id – Xinhua) – Sebuah acara promosi bisnis bertajuk “AI Mendukung Aksesibilitas: Membuka Peluang Baru dalam Pasar Halal Indonesia yang Luas”.
Acara tersebut, digelar Departemen Perdagangan Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan pihak-pihak terkait di Nanning, ibu kota Guangxi, China selatan, pada Sabtu (10/5/2025).
Sekitar 350 perwakilan dari pihak penyelenggara, perusahaan China dan Indonesia, lembaga pengadaan internasional, serta asosiasi bisnis kedua negara berpartisipasi dalam acara itu, membahas peluang pasar produk halal di Indonesia yang ditopang perdagangan elektronik (e-commerce), ekonomi digital, serta teknologi baru dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI) sebagai contohnya.
Zhu Yanling, selaku wakil ketua departemen bisnis Guangxi, menyatakan, acara promosi ini diharapkan dapat mendorong integrasi mendalam pada manufaktur cerdas di Guangxi dan sumber daya serta keunggulan pasar di Indonesia, menggali potensi ekonomi digital untuk pasar halal Indonesia. Sehingga, mendorong lebih banyak produk dan layanan berkualitas tinggi beredar di pasar kedua negara dan seluruh dunia.
Atase Perdagangan KBRI Beijing, Budi Hansyah, meninjau kembali berbagai pencapaian dalam kerja sama industri Indonesia dan China dalam beberapa tahun terakhir, khususnya di bidang pertanian dan pengolahan ringan.
“Acara promosi ini tidak hanya berperan mempromosikan produk halal Indonesia maupun layanan terkait di pasar China. Tetapi, juga akan sangat mendukung perusahaan merintis pasar Indonesia, kami berharap kerja sama perdagangan kedua pihak terus berkembang,” tutur Budi.
Pada acara tersebut, MUI memaparkan langkah-langkah promosi yang dilakukan pihaknya dan hal-hal seputar sertifikasi halal. Pusat produk khas China-ASEAN yang berpusat di Nanning, memamerkan sejumlah produk unggulan dari China dan Indonesia, serta memberikan berbagai informasi tentang perluasan pasar untuk produk-produk China-ASEAN di masing-masing pasar, dan peran platform perdagangan digital dalam hal tersebut.
Pada awal 2025, Luobawang, merek bihun siput Luosifen yang terkenal di Guangxi, berhasil mendapatkan sertifikat halal dari MUI, untuk dua varian produk Luosifen mereka, membuka jalan bagi makanan khas Guangxi itu masuk ke pasar Indonesia serta pasar halal di dunia yang lebih luas. (hen/ xinhua-news.com)
BERITA TERKAIT:
Delegasi Kota Nanning China Kunjungi Indonesia, Soroti Kerja Sama Ekonomi Digital
Menilik Aktivitas Umat Muslim saat Bulan Suci Ramadan di China Barat Laut
Bihun Siput Luosifen Kantongi Sertifikat Halal di Indonesia, Masuki Pasar Indonesia
Lembaga Persahabatan Ormas Islam Jalin Kerja Sama dengan Sejumlah Mitra di China
Pertemuan Bisnis Indonesia-China Bahas Peluang Kerja Sama dan Investasi Lewat Makanan
Menilik Kerja Sama Antara Guangxi dan Jawa Barat
China dan Indonesia Berharap Genjot Kerja Sama Bisnis Makanan Lewat Acara
Produsen Bumbu Makanan China Huabao Bangun Pabriknya di Bekasi, Jawa Barat
Jumlah Perusahaan Pengolahan Ikan RI Kantongi Izin Ekspor ke China Terus Meningkat
Menilik Prospek Kelapa Segar Indonesia di Pasar China







